Home News Wakil Walikota Ajak Semua Komponen Jaga Yogyakarta

Wakil Walikota Ajak Semua Komponen Jaga Yogyakarta

343
0
Wawali Kota Yogyakarta Heroe Purwadi (kanan bertopi) ketika memberikan sambutan pada Temu Kangen Ormas Lakodya, JTM dan Purna Karangtaruna, Minggu (14/4/2021). Foto : Agus Susanto

BERNASNEWS.COM – Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Purwadi mengajak organisasi massa (ormas) di Yogyakarta untuk turut menjaga dua aset yang dimiliki Kota Yogyakarta sekaligus menjadi daya hidup masyarakatnya. Dua kekayaaan yang dimaksudkan mencakup seni budaya dan bangunan-bangunan khas serta sikap hidup warga Jogja yang dikenal terbuka dan ramah.

Hal itu dikatakan Heroe Purwadi saat hadir pada acara temu kangen dengan ormas Laskar Kota Yogyakarta (Lakodya), Jogja Tanpa Miras (JTM) serta kelompok Purna Karangtaruna Yogyakarta di Waroeng Tepi Sawah Moyudan, Sleman, Minggu (11/4/2021) siang. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Yogyakarta Tri Hastono, Kepala Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta Budi Santosa, serta sesepuh ormas terkait.

“Dua kekayaan Yogyakarta itu harus kita jaga bersama, sebab hal itu mudah ditiru oleh kota-kota lain. Kalau kita tidak jaga Malioboro, sekarang kota-kota lain sudah membuat semacam Malioboro. Di Sumatera, Jawa, bahkan Solo sudah mulai membuat area semacam Malioboro,” ujar Heroe.

Dana serupa, menurut Heroe, tidak didapatkan Yogyakarta. “Namun Yogyakarta sudah terbiasa mandiri. Zaman Soeharto bahkan Solo dibuatkan Bandara Internasional, tetapi tidak mampu menyamai Yogyakarta,” katanya.

Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 300 ribu orang, dan wisatawan yang datang, sebut Wawali, sanggup membawa perputaran uang cukup besar di Yogyakarta. “Taruhlah mahasiswa itu sebulan mengeluarkan uang dua juta rupiah, artinya perbulan perputarannya bisa mencapai enam ratus miliar. Jika ditambah wisatawan yang bila rata-rata mengeluarkan satu juta rupiah, perputaran keduanya bisa menjadi satu triliun lebih,” tegasnya.

Oleh karena itu Heroe mengajak ormas untuk menjaga Yogyakarta agar aset yang dimiliki tetap memiliki makna bagi mereka yang pernah datang ke Yogyakarta. “Yogyakarta itu nyaman, ngangeni, disebut kota yang selalu meninggalkan kenangan, pertahankan itu,” ajak Wawali.

Ditegaskan oleh Wawali Heroe Purwadi pemerintah Kota Yogyakarta dalam setiap kesempatan pun selalu berupaya menjaga kenyamanan kota bagi warganya. “Misalnya ada restoran yang menawarkan secara mencolok minuman beralkohol, ya meskipun ia memiliki izin, tapi kita harapkan tidak perlu begitu. Kita datangi dan kita minta untuk tidak mencolok,” katanya. (agus susanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here