Home News Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY: Perlu Optimalisasi Danais untuk Mengatasi Kemiskinan

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY: Perlu Optimalisasi Danais untuk Mengatasi Kemiskinan

31
0
Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Rb Dwi Wahyu Budiantoro berbicara di hadapan ratusan warga dalam kegiatan Reses Anggota DPRD DIY Komisi B di RT 38/RW 07 Patangpuluhan, Sabtu (9/11/2019). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Angka kemiskinan di DIY masih cukup tinggi yakni mencapi 12,3 persen dari total jumlah penduduk DIY saat ini yakni 3.842.932. Dan hingga saat ini berbagai upaya dan program telah dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan dengan tingkat penurunan hanya 1 persen. Karena itu, perlu ada upaya serius dari Pemda DIY untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan angka kemiskinan di DIY.

“Dengan melihat data tersebut maka perlu ada sikap dan upaya serius dari pemerintan untuk membuat perencanaan yang matang dan terukur untuk mengatasi kemiskinan di DIY. Dan penggunaan dana keistimewaan (Danais) harus berbasis penguatan potensi wilayah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Rb Dwi Wahyu Budiantoro SPd MSi, Wakil Ketua Komisi B DPR DIY, di hadapan ratusan warga yang mengikuti kegiatan reses Anggota Komisi B DPRD DIY, Sabtu (9/11/2019). Kegiatan ini berlangsung dua hari, Jumat (8/11/2019) dan Sabtu (9/11/2019) pagi dan sore di 4 titik tempat yang berbeda.

Wakil Ketua Komis B DPRD DIY Rb Dwi Wahyu Budiyantoro SPd MSi (kanan) dalam kegiatan reses di PWRI Yogyakarta, Jumat (8/11/2019). Foto : Istimewa

Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY ini, perlu adanya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DIY dalam membuat perencanaan sehingga konprehensif dan terintegrasi, tidak parsial seperti yang tarjadi saat ini dimana OPD terkesan berjalan sendiri-sendiri.

“Ada kesan OPD berjan sendiri-sendiri sehingga capaian programya tidak jelas. Koordinasi OPD DIY dan kabupaten/kota juga harus dilakukan supaya program tidak tabrakan. Ide pemerintah DIY soal penggunaan dana keistimewaan dengan skema bantuan keuangan di kabupaten/kota adalah ide yang cerdas. Tapi kalau OPD kabupaten/kota tidak siap dalam perencanaan akan sia-sia,” kata alumni Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta ini. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here