Home Pariwisata WAE Kebun Buah Sedayu, Koleksi 350 Pohon Buah Langka

WAE Kebun Buah Sedayu, Koleksi 350 Pohon Buah Langka

2036
0
Wisata Agro Edukatif Kebun Buah Sedayu, Jalan Wates Km 12 Desa Sundi Kidul, Sedayu, Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Berawal dari keprihatinan pasangan suami istri Bonaventura Ardinugroho dan Dyah Mustikawati yang kesulitan menapatkan buah yang benar-benar sehat, terhindar dari segala macam zat-zat kimia apapun dan rekayasa genetika. Juga berawal dari hobi berkebun, serta pemikiran untuk pelestarian tanaman, maka dibudidayakanlah aneka tanaman langka dengan pupuk organic di sebuah lahan yang akhirnya menjadi sebauah destinasi Wisata Agro Edukatif (WAE) Kebun Buah Sedayu.

Saryono selaku Leader Kebun WAE Kebun Buah Sedayu (kiri) foto bersama dengan seorang pengunjung dari Yogykarta yang juga penggiat komunitas berkebun di kampungnya. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Hal itu disampaikan oleh Saryono selaku Leader Kebun WAE Kebun Buah Sedayu, kepada Bernasnews.com saat berkunjung beberapa waktu lalu, di lokasi kebun yang berada di Jalan Wates Km 12, Desa Sundi Kidul, Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY.

“Kebun buah dengan luas berkisar 4.800 meter ini ditanami aneka pohon buah langka sejak tahun 2012 dan baru dibuka untuk umum sebagai destinasi wisata agro edukatif tahun 2015. Karena harus menunggu pertumbuhan pohon yang ditanam hingga benar-benar dapat berbuah,” jelas Saryono.

Di WAE Kebun Buah Sedayu ini terdapat lebih dari 350 jenis pohon buah-buahan yang langka, baik yang berasal dari lokal atau dalam negeri, juga dari beberapa jenis buah yang berasal dari manca negara seperti Brazil, Mexico, Thailand, dan beberapa negara yang mempunyai iklim tropis lainnya seperti halnya Indonesia.

Petugas pemandu Wisata Agro Edukatif Kebun Buah Sedayu sedang memperlihatkan dan menjelaskan varian mangga dari negara Brazil yang besarnya bisa mencapai sebesar bola sepak. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Buah langka yang dari manca negara adalah buah-buahan yang unik dan atau bentuknya yang jumbo (besar). Sedangkan buah lokal merupakan buah yang tidak dibudidayakan oleh masyarakat sebab buahnya tidak enak, sehingga dikhawatirkan pohon buah tersebut akan semakin langka dan punah. Bagi kami yang penting buah langka itu tidak beracun,” ungkap Saryono.

Beberapa pohon buah langka yang kebetulan keluar buahnya karena bertepatan dengan musimnya memang benar-benar membuat takjub bagi pengunjung, biaya Rp 10.000 per orang pengunjung dapat keliling WAE Kebun Buah Sedayu sepuasnya dengan dipandu oleh petugas yang menjelaskan secara rinci jenis buah, asal buah, rasa, dan manfaatnya.

Sawo Mexico yang besarnya dapat mencapai sebesar kelapa daging membuat takjub bagi wisatawan yang berkunjung. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Di kebun buah ini, pengunjung dapat melihat pohon Sawo dari Mexico yang pendek namun buah sawonya bisa sebesar kelapa gading, buah Mangga dari Brazil segede bola sepak, ada juga Belimbing Lilin (Parmentiera Cereifera) berasal dari Panaman, buah belimbing ini berbentuk panjang sapai 60 Cm, kuning mengkilat seperti lilin. Belimbing lilin rasanya manis seperti tebu, dapat sebagai obat diare atau sakit perut, flu, dan demam. Selain itu, pengelola juga menyediakan aneka bibit buah-buahan langka yang dijual.

“Rata-rata 50 pengunjung datang di WAE Kebun Buah Sedayu untuk hari-hari biasa, sementara hari libur bisa lebih banyak. Karena bentuknya wisata edukatif bertujuan untuk memperkenalkan jenis aneka pohon buah, juga pendidikan cara-cara menanamnya, pengunjung yang datang berombongan, dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi, hingga ibu-ibu kelompok PKK,” pungkasnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here