Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeKulinerWabup Resmikan Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian yang Pertama di Sleman

Wabup Resmikan Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian yang Pertama di Sleman

bernasnews.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (UPTD BP4) bersama Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman menggagas Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian guna pengendalian hama dan penyakit tanaman pertanian di Dusun Jagalan, Margodadi, Seyegan.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam pidato sambutan peresmian Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian tersebut, Rabu (9/6/2022), menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pembukaan klinik kesehatan tanaman di UPTD BP4 Wilayah III Seyegan.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyemprotkan cairan anti hama usai pemotongan pita sebagai rangkaian peresmian Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian, di Seyegan, Rabu (8/6/2022). Foto: Istimewa.

Acara peresmian Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian ditandai dengan pemotongan pita dan penyemprotan cairan anti hama oleh Wakil Bupati Sleman (Wabup), kemudian pembacaan maklumat pelayanan oleh UPTD BP4 Wilayah III Seyegan.

“Program ini juga menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mendampingi petani dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman pertanian,” kata Danang.

Menurutnya, penurunan produksi akibat hama dapat mempengaruhi rata-rata 20 persen dari hasil tanam. Setelah diresmikannya Klinik Kesehatan Tanaman ini diharapkan masyarakat bisa proaktif jika menemui masalah dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman pertanian.

“Apabila nanti manfaatnya besar serta efektif akan kami buka di wilayah UPTD lain,” tegas Danang.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa (Kanan) menerima papan Maklumat Pelayanan untuk pengelola Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian, yang ditanda tangani oleh Kepala UPTD Muhamad Robani, S.TP. (Foto: Istimewa)

Lanjut dia, bahwa di DIY, Sleman merupakan penghasil pangan terbesar, utamanya di wilayah Sleman Barat seperti Seyegan. Wilayah ini kemudian menjadi sampling dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman yang  nantinya apabila efektif dapat diaplikasikan di wilayah lain.

Panewu Seyegan Yakti Yudanto menambahkan, bahwa Seyegan menjadi lumbung padi Sleman. Oleh karena itu ia berharap perlu penjagaan secara intensif mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman agar tidak mempengaruhi produksi pangan terutama padi di Kabupaten Sleman.

Yakti Yudanto juga berharap kelompok tani yang ada di Seyegan dapat proaktif untuk berkomunikasi dengan BP4. “Petani yang menemui masalah dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman dapat berkomunikasi dengan klinik kesehatan tanaman secara offline dan online untuk segera ditindaklanjuti,”tandasnya. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments