Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsWabup Kebumen Buka TMMD Reguler ke-106

Wabup Kebumen Buka TMMD Reguler ke-106

BERNASNEWS.COM — Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Rabu (2/10/2019), membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-106, di Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, Kebumen, Jawa Tengah. Hadir pada pembukaan Ketua DPRD Kebumen Sarimun, Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Kepala Dispermades P3A Kebumen Frans Haidar, serta sejumlah pejabat lainnya.

TMMD Regulerke- 106 ini berlangsung selama satu bulan, tanggal 2 – 31 Oktober 2019. Namun, untuk mengantisipasi kekurangan waktu telah dilakukkan kegiatan Pra TMMD yang dimulai sejak 17 September 2019 lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang melalui Pasiter Kapten Inf Bambang Muldianto.

“Karena kegiatan fisiknya cukup banyak, makanya kita lakukan kegiatan Pra TMMD. Ada dua kegiatan dalam TMMD Reguler. Yakni kegiatan non fisik untuk memberikan bekal pengetahuan tambahan bagi masyarakat dan kegiatan fisik berupa pembangunan,” terang Bambang Muldianto.

Kegiatan fisik yang akan dilakukan, yaitu pembuatan talud sepanjang 425 meter, tinggi 1,30 meter dan lebar 0,30 meter. Kemudian, pembangunan jalan yang menghubungkan antara Desa Rahayu dan Desa Sidototo Kecamatan Padureso sepanjang 673 meter lebar 3 meter dan tinggi 0,15 meter dan pembangunan lapangan desa panjang 80 meter dan lebar 75 meter.

Dan berikutnya adalah pembangunan 6 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan rehabilitasi masjid desa setempat. TMMD Reguler ini didanai dari APBD Provinsi Jateng Rp 190 juta, APBD Kebumen Rp 478 juta, APBDes setempat Rp 270 juta dan APBN Rp 322,9 juta.

Lebih lanjut, Bambang Muldianto menambahkan, Kebumen patut berbangga karena terpilih menjadi lokasi TMMD Reguler tahun ini. Sebab, program ini hanya digelar setiap tiga tahun sekali. Untuk tahun ini Jawa Tengah hanya empat kabupaten yang menjadi lokasi TMMD Reguler. Yaitu, Cilacap, Jepara, Boyolali dan Kebumen.

Program TMMD ada dua jenis. Yaitu, TMMD Sengkuyung yang hanya ada di Jawa Tengah. Program yang menggunakan anggaran dari APBD Provinsi dan Kabupaten/ Kota digelar tiga kali dalam setahun. Sedangkan TMMD Reguler, skalanya adalah nasional dan provinsi. Sehingga program pemerintah pusat dipadukan dengan pemda setempat melalui kegiatan non fisik berupa sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan masyarakat.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kebumen, mengatakan, program TMMD merupakan bagian dari cara merawat dan mengikat kebersamaan. Serta kegotongroyongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan.

Sebab, mengatasi kemiskinan dan pengangguran, mewujudkan daulat pangan dan energi, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara baik. Memberantas narkoba, memperkuat semangat nasionalisme dan patriotisme, tidak mungkin hanya mengandalkan peran pemerintah pusat saja, TNI/ Polri saja, atau pemerintah daerah saja.

Menurutnya, sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta pemerintah pusat dan daerah melalui TMMD menjadi suatu kekuatan luar biasa. Untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/persoalan terkini dengan solusi.

“Semua mesti keroyokan, dan semua mesti bersinergi serta bekerjasama bersama rakyat untuk menyelesaikan persoalan persoalan tersebut. Kita ingin desa-desa di Jateng makin maju dan mandiri dengan tetap mempertahankannya sebagai sebuah entitas unik, dengan kearifan lokal yang selalu terjaga,” tegasnya. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments