Home Seni Budaya Wabup Bantul Dukung Workshop yang Digelar Dinas Kebudayaan Bantul dan FKMB

Wabup Bantul Dukung Workshop yang Digelar Dinas Kebudayaan Bantul dan FKMB

115
0
Kegiatan Workshop Museum Bantul pada hari pertama 22 September 2021 dibuka oleh Wakil Bupati Joko B Purnomo SE dengan narasumber Jaka Perbawa dari Dirjend Kebudayaan RI, Aris Eko Nugroho SP MSi, Paniradya Pati/ Paniradya Keistimewaan dan Nugroho Eko Setyanto S.Sos MM, Kadis Kebudayaan Bantul. Foto: kiriman Suwandi

BERNASNEWS.COM – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Forum Komunikasi Museum Bantul (FKMB) menggelar workshop tentang museum di Hotel Ros In Ring Road Selatan, Bantul, pada Rabu (22/9/2021) hingga Jumat (24/9/2021).

Kegiatan yang dibiayai Dana Keistimewaan 2021 tersebut menghadirkan 9 narasumber tingkat nasional, DIY dan kabupaten serta diikuti 30 peserta yang terdiri dari para pengelola museum di wilayah Kabupaten Bantul dan mitra kerja lainnya, seperti MGMP IPS dan TACB Bantul, pukul 08.00-12.00 WIB.

Menurut Suwandi dari FKMB/Museum Tembi Rumah Budaya dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Sabtu (25/9/2021), workshop museum yang berlangsung selama tiga hari tersebut jug dihadiri Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo SE, Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto SSos MM serta jajarannya.

Hari kedua Workshop Museum Bantul pada 23 September 2021 dengan narasumber Kol Sus Yuto Nugroho SS, Kepala Mus. Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Ki Bambang Widodo SPd M.Pd, Ketua Umum Barahmus DIY dan Gatot Nugroho S.Pt. Ketua FKMB dengn moderator RM Donny Surya Megananda MBA. Foto: kiriman Suwandi

Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo mengatakan bahwa kegiatan workshop museum sangat penting untuk menambah wawasan para pengelola museum dalam melayani pengunjung agar lebih baik. Ia pun sangat mendukung kegiatan tersebut. Selain itu, ia berharap agar kegiatan ini sekaligus bisa digunakan sebagai ajang rapat kerja dan membahas tentang kajian Bantul ke depan kaitannya dengan museum. Diharapkan dari keputusan itulah akan menjadi bahan diskusi selanjutnya membahas tentang museum agar lebih maju. 

Pada hari pertama, menghadirkan 3 narasumber, yaitu Jaka Perbawa (Dirjen Kebudayaan) topik “Pembinaan Permuseuman”, Aris Eko Nugroho SP MSi topik “Peran Keistimewaan DIY dalam Perkembangan Museum di Bantul” dan Nugroho Eko Setyanto SSos MM topik “Pembinaan Karakter”.

Hari ketiga Workshop Museum Bantul pada 24 September 2021 dengan narasumber Dr Drs Hajar Pamadhi MA Hons, DR Mike Susanto MA, Dosen ISI dan kurato senior dan V Agus Sulistya SPd MA, Pamomong Budaya dengn Moderator Drs Siswanto, Kepala Museum Lab Sejarah UPY. Foto: kiriman Suwnandi

Menurut Aris, museum memiliki obyek yang sangat kompleks, antara lain meliputi benda, budaya, adat, seni, bahasa dan nilai-nilai. Semuanya harus dikaji dan disajikan kepada masyarakat. Kaitannya dengan itu, Dinas Kebudayaan DIY mempunyai program Gregah Museum yang berkaitan dengan pembinaan museum di wilayah DIY.

Sementara pada hari kedua, menampilkan tiga narasumber lainnya, yaitu Kol Sus Yuto Nugroho topik “Digital Marketing Museum”, Ki Bambang Widodo SPd MPd topik “Cara Membuat Berita Museum” dan “Peningkatan SDM”.

Menurut Ki Bambang Widodo, pengelola museum juga harus bisa membuat berita untuk dipublikasikan di media sosial (medsos) intern museum, seperti FB, Youtube, Instagram  atau media lain di organisasi museum, seperti di Buletin Barahmus yang terbit 3 bulan sekali. Selain itu dalam pembuatan berita, penulis harus memahami penulisan berita yang meliputi 5W dan 1H. Dari situ kemudian dikembangkan menjadi berita yang menarik.

Pada hari ketiga menampilkan narasumber Dr Drs Hajar Pamadhi MA Honz topik “Tatacara Merawat Menata Koleksi Museum”, Dr Mike Susanto, MA topik “Tata Pamer Promosi Museum” dan V Agus Sulistyo, SPd MA topik “Cara Menyusun Story Telling”.

Menurut Agus, story telling museum bisa disusun dalam berbagai media mulai cerita lisan oleh pemandu, label di museum yang berurutan, menulis dalam majalah, membuat film, gambar, diorama, hingga pertunjukan langsung yang mengisahkan suatu peristiwa yang dulu pernah terjadi. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here