Home News Viral, Seorang Ustad Ceramah di Gereja

Viral, Seorang Ustad Ceramah di Gereja

158
0
Ustad yang berceramah di GKI Maulana Yusuf. Foto: tangkapan layar video yang viral

BERNASNEWS.COM – Viral seorang ustad berceramah di GKI Maulana Yusuf. Dalam video berdurasi 7 menit 32 detik itu, ustad yang merupakan aktivis lintas agama dan dosen di sebuh UIN tersebut antara lain menyinggung soal haram atau tidaknya bagi umat Islam mengucapkan Selamat Natal.

Di hadapan jemaat GKJ Maulana Yusuf, ustad yang mengenakan kemeja motif batik dengan kopiah hitam itu mengatakan bahwa orang-orang Kristen merupakan partnernya dalam melakukan kebaikan. Karena itu, baik Kristen maupun Islam, harus saling mendorong dalam melakukan kebaikan.

Soal mengucapkan selamat Natal, menurut sang ustad, yang haram bukan mengucapkan selamat Natal, tapi yang haram adalah mulut yang menyakiti hati sesama manusia.

“Saya kira yang haram itu bukan mengucapkan selamt Natal, yang haram itu mulut yang menyakiti hati sesama manusia,”ucap ustad dari mimbar yang bisa dipakai pendeta untuk menyampaikan kotbah dalam ibadah, seperti dikutip Bernasnews.com dari video yang viral itu. Tepuk tangan jemaat pun bergemuruh di gereja tersebut.

Sang ustad mengaku ada sebagian muslim yang mengharamkan mengucapkan selamat Natal, tapi ia sendiri tidak. Dan sesungguhnya banyak juga orang Islam yang berpendapat mengucapkan selamat Natal itu tidak apa-apa. Tapi mungkin yang datang ke gereja dan langsung ucapkan hanya sedikit, salah satu di antaranya adalah dia sendiri.

“Seperti dalam Alkitab banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih,” kata sang ustad yang disambut tepuk tangan meriah dari para jemaat yang hadir.

Dikatakan, mereka mengharamkan mengucapkan selamat Natal karena khawatir kalau mengucapkan selamat Natal maka besoknya mereka jadi Kristen. “Saya tiap 10 November mengucapkan selamat hari pahlawan. besoknya saya tidak jadi avengers. Minggu lalu saya mengucapkan selamat menikah kepada teman saya yang hajatan tapi besoknya saya tidak jadi penganten dan berulang kali saya datang kepada mahasiswa kedokteran mengucapkan selamat, besoknya saya juga tidak jadi dokter,” kata ustad tersebut memberi analogi.

Menurut sang ustad, bagi orang Islam untuk jadi orang Kristen itu susah. Tidak bisa karena mengucapkan selamat Natal tiba-tiba otomatis jadi Kristen. Demikian pula orang Kristen mau jadi Islam juga susah. Ia tahu hal itu karena di beberapa gereja ia mengajarkan katetese.

Mengapa ia mengajar katekese, karena untuk menjadi Kristen yang baik harus tahu tentang Islam yang baik. Karena selamanya kita akan bertemu sebagai tetangga. Dikatakan, ia diundang agar orang-orang Kristen tahu tentang Islam dan sebaliknya orang Islam juga seharusnya tahu tentang Kristen. Karena ke depan kita akan terus-menerus bertetangga.

“Sebagai sesama tetangga wajar dong kalau orang tetangga sedang bergembira, saya ikut bergembira. Itulah ucapan selamat Natal, saya turut bergembira terhadap saudara-saudara yang sedang bergembira di Hari Natal ini. Masa nggak boleh. Itu seperti kalau ada teman saya ulang tahun, saya mengucapkan selamat ulang tahun karena dia sedang berbahagia,” katanya.

Menurut sang ustad, ia menganggap orang-orang Kristen itu partnernya dalam melakukan kebaikan. Karena itu, ia harus mendorong sebagai da’i, sebagai pendakwah dalam Islam, ia harus mendorong orang Islam saleh, baik, taat dalam keislamannya.

Sebaliknya, iaa juga harus mendorong orang-orang Kristen baik, saleh, taat dalam kekristenannya. Dengan demikian, kalau masing-masing baik, tidak akan ada terjadi konflik. Karena itu, satu sama lain harus salingmendorong dalam kebaikan. “Oleh karena itu saya selalu bersedih kalau ada teman-teman Kristen gerejanya ditutup, kalau ada teman-teman Kristen tidak boleh merayakan Natal, kalau ada teman-teman Kristen tidak boleh berdoa di rumah. Karena bukankah gereja, Natal dan berdoa adalah sarana orang Kristen untuk menjadi baik?” katanya. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here