Home News Vaksinasi KADIN DIY: ‘Pekerja Tidak Dibebani untuk Membayar Penyelenggaraan Vaksinasi’

Vaksinasi KADIN DIY: ‘Pekerja Tidak Dibebani untuk Membayar Penyelenggaraan Vaksinasi’

153
0
Dari kiri Ketua Panpel Vaksinasi KADIN DIY Tim Apriyanto, Kepala Disnaker DIY Aria Nugrahadi, Kepala Diskop & UMKM DIY Srie Nrkyatsiwi dan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY, Robby Kusumaharta saat jumpa pers, Selasa (27/7/2021), di Gedung JEC, Yogyakarta. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

BERNASNEWS.COM — KADIN DIY mengambil peran proaktif untuk percepatan vaksinasi sebagai bagian dari strategi memutus mata rantai penularan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di DIY harus didukung penuh oleh upaya serius untuk mengendalikan kasus Covid-19 melalui Testing, Tracing, Treatment, dan Vaccination.

“Dalam upaya ikut berperan serta mengendalikan Covid-19 tersebut, kami telah melakukan vaksinasi massal di JEC pada tanggal 20-24 Juni 2021, dengan jumlah total tervaksinasi sebanyak 28.978 orang dari dunia usaha dan UMKM,” terang Ketua Panitia pelaksana Vaksinasi KADIN Tim Apriyanto, saat jumpa pers, Selasa (27/7/2021), di Gedung JEC.

Dikatakan, pelaksanaan vaksinasi pada bulan Juni 2021 telah ikut berkontribusi dalam meningkatkan jumlah capaian sasaran tervaksinasi di DIY secara signifikan, dengan rekor sasaran terbanyak mencapai total 47.000 orang tervaksinasi dalam satu hari. Efek penyelenggaraan vaksinasi yang ramah dan mudah pada bulan Juni lalu juga telah berkontribusi membentuk kesadaran kolektif akan pentingnya vaksinasi. Masyarakat secara umum tidak lagi memiliki ketakutan dan keraguan untuk vaksinasi Covid-19.

“Harapan kita bersama adalah segera terbentuknya kekebalan komunitas (herd immunity) sehingga sistem Kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali berada pada daya dukung optimal untuk mengatasi dampak Pandemi Covid-19, sebagai prasyarat pemulihan ekonomi,” ungkap Tim Apriyanto.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY, Robby Kusumaharta menjelaskan, pemerintah menyediakan vaksin untuk rakyat secara gratis, namun demikian tata laksana vaksinasi ini membutuhkan biaya yang kami (para pengusaha) harus pikul bersama. Komitmen gotong royong para pengusaha yang terhimpun dalam KADIN DIY agar vaksinasi bagi dunia usaha dan UMKM bisa segera terwujud di DIY cukup kuat, sehingga pelaksanaan percepatan vaksinasi pun sudah dan sedang berlangsung hingga dua gelombang.

“Kami juga mempunyai prinsip untuk tidak membebankan biaya penyelenggaraan  vaksinasi yang muncul kepada para pekerja,” tegas Robby Kusumaharta.

Memasuki bulan Juli 2021 pada masa PPKM level 4 ini, lanjut Robby, KADIN bersama PEMDA DIY melakukan percepatan Vaksinasi secara gratis bagi para pekerja dalam lingkup dunia usaha dan UMKM yang dilaksanakan sejak tanggal 25 Juli 2021. Total sasaran yang akan dicapai adalah sekitar 20.000 orang baik dari dunia usaha maupun UMKM, serta masyarakat umum. Informasi yang menyatakan bahwa para pekerja diminta untuk membayar biaya pelaksanaan Vaksinasi sebesar Rp 35.000 adalah tidak benar dan menyesatkan.

“Kami juga sangat menyayangkan ada pihak yang justru menciptakan situasi tidak kondusif dengan menyebarkan hoax di tengah keprihatinan dan kerja keras masyarakat untuk bersama-sama mengatasi berbagai persoalan dan kebutuhan yang mendesak di tengah pandemi ini. Kami tegaskan, bahwa para pengusahalah yang dalam hal ini mewakili perusahaan saling bergotong royong untuk memikul beban biaya penyelenggaraan vaksinasi tersebut sebesar Rp 35.000,” ujar Robby.

Dalam program percepatan vaksinasi ini juga telah disediakan 4 armada Micro Bus Mobile Vaksin berkolaborasi dengan PEMDA DIY untuk lebih mendekatkan kelompok sasaran melalui akses yang lebih mudah dan terjangkau. Pihaknya juga membuka sentra vaksin dengan mengerahkan 2 armada bus ke Gedung Kesenian Gabusan Bantul bagi UMKM & Masyarakat, yang didukung oleh Dinas Koperasi dan UMKM DIY. Gotong royong penyelenggaraan vaksinasi ini, harapannya juga bisa menjangkau UMKM dan masyarakat di DIY lebih luas lagi khususnya bagi mereka yang mengalami kesulitan vaksinasi.

“Sebelum penyelenggaraan vaksinasi gelombang kedua ini, telah dilakukan pertemuan melalui zoom pada hari Jumat,16 Juli 2021  yang dihadiri sekitar 50 perwakilan perusahaan. Dalam pertemuan tersebut sudah ditegaskan bahwa para pekerja tidak boleh dibebankan sumbangan kontribusi penyelenggaraan vaksinasi,” imbuh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY. 

Program percepatan vaksinasi KADIN DIY ini juga didukung penuh dari HIPPINDO, PEMDA DIY yang dalam hal ini bersama  Paniradya Pati, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian & Perdagangan, Dinas Pariwisata bersama TNI. “Kolaborasi dan sinergi ini juga merupakan ekspresi solidaritas sosial dan nilai kemanusiaan kita bersama sebagai bagian aktor pentahelix untuk melakukan penanganan Covid-19 secara efektif dan efisien,” tandas Robby. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here