Home News Vaksinasi Booster Gratis, Ini Syarat-syarat dan Ketentuannya

Vaksinasi Booster Gratis, Ini Syarat-syarat dan Ketentuannya

48
0
Flyer informasi vaksinasi booster di Kabupaten Bantul. Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – Pemerintah sudah mencanangkan vaksinasi dosis ketiga sebagai penguat atau vaksinasi booster secara gratis dimulai 12 Januari 2022 secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk tahap awal, vaksinasi booster diberikan kepada kelompok rentan dan para lansia serta mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Vaksinasi booster gratis tersebut bertujuan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan dari Covid-19. Khusus untuk Kabupaten Bantul, DIY, vaksinasi booster diberikan mulai 17 Januari 2022 dengan kuota per hari 1.000 vaksin. Pelayanan vaksinasi booster di Bantul dilakukan di Sentra Vaksin halaman Dinas Kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

“Hallo sedulur Bantul, VAKSINASI DOSIS LANJUTAN (BOOSTER) Vaksinasi booster akan diberikan secara gratis bagi masyarakat umum berusia diatas 18 tahun, dengan prioritas sasaran lansia dan penderita komorbid (yang telah memenuhi syarat mendapatkan vaksin dosis 3). Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan secara bertahap dimulai pada hari Senin, 17 Januari 2022 dengan kuota per hari 1.000 vaksin.Pelayanan vaksinasi dapat dilakukan di Sentra Vaksin halaman Dinas Kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,” cuit Pemkab Bantul dikutip Bernasnews.com di akun twitter resmi Pemkab Bantul pada Sabtu 15 Januari 2022.

Menurut Pemkab Bantul, syarat pemberian vaksinasi booster atau dosis ketiga adalah mereka yang sudah menerima vaksin dosis lengkap yankn dosi satu dan 2 jenis vaksin Sinova. Selain itu, jarak dengan dosis kedua minimal 6 bulan dan menunjukkan e-Tiket di aplikasi Peduli Lindungi. Pendaftaran melalui link: http://ikutvaksin.bantulkab.go.id.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di akun instagramnya, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa vaksin booster gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia. “Ya, vaksin menjadi salah satu syarat penting untuk melawan Covid-19 agar Indonesia bisa menjaga momentum pemulihan,” kata Menkeu Sri Mulyani dikutip Bernasnews.com di akun instagramnya.

Menurut Sri Mulyani, sejak tersedianya vaksin, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai RI berupaya melakukan percepatan proses importasi vaksin ke Indonesia dengan kebijakan rush handling dan pemberian insentif fiskal. Selama 2021, sebanyak 465,07 juta dosis vaksin telah masuk ke Indonesia dengan nilai impor sebesar Rp 44,08 triliun dan mendapat insentif fiskal sebesar Rp 8,33 triliun.

“Seluruh uang kita yang diperoleh dari pajak, dimanfaatkan untuk menjaga Indonesia. Jangan lupa lakukan vaksin booster ya!” pesan Menkeu Sri Mulyani Indrawati. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here