Home News UWM Luncurkan Kanal Youtube “Kutunggu di Pojok Ngasem”

UWM Luncurkan Kanal Youtube “Kutunggu di Pojok Ngasem”

773
0
Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof Dr. Edy Suandi Hamid. MEc, menyerahkan kenang-kenangan berupa plakat kepada Bagus Mazasupa sebagai pengisi acara Peluncuran Kanall Youtube "Ku Tunggu di Pojok Ngasem", Jumat (11/9/2020). Foto: Kiriman Humas UWM.

BERNASNEWS.COM — Universitas Widya Mataram (UWM) berdekatan dan bisa disebut berada di pojok Pasar Ngasem Yogyakarta. Pada hari ini kanal Youtube “Kutunggu di Pojok Ngasem” diluncurkan dengan misi mendiseminasi budaya unggul sehingga tumbuhnya budaya hibrid. Demikian disampaikan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof Dr. Edy Suandi Hamid. MEc, dalam acara peluncuran kanal Youtube Kutunggu di Pojok Ngasem, Jumat (11/9/2020), di Pendopo Agung UWM, Yogyakarta.

Suasana acara peluncuran kanal Youtube”Ku Tunggu di Pojok Ngasem” yang dimeriahkan penampilan Musikono, Jumat (11/9/2020), di Pendopo Agung UWM, Yogyakarta. (Foto: Kiriman Humas UWM)

K“Beberapa program yang dilakukan diharapkan memberikan kemanfaatan bagi semua pihak, terutama dapat mengenalkan UWM ke kancah nasional dan global,” papar Rektor UWM. Menurut Prof Edy, siapapun dapat berpartisipasi untuk mengisi kanal dan mahasiswa adalah akademia muda yang kreatif untuk mengisi konten kanal tersebut.

Sementara menurut Project Officer, Puji Qomariyah, S Sos., M Si, program ini sebagai upaya UWM dalam menghidupkan suasana akademik di lingkungan sivitas akademika UWM, dengan mengoptimalkan seluruh ruang yang ada di dalamnya sehingga selalu tumbuh dinamika sepanjang waktu di lingkungan UWM. Peluncuran kanal dimeriahkan dengan penampilan Musikono, kolaborasi Bagus Mazasupa dan Dian Serat Djiwa, yang menampilkan beberapa repertoar indahnya, diantara Hati Jogja, Semitone, Jalan Sunyi.

“Berada di lingkungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, kampus UWM diuntungkan dengan memiliki tempat dan ruang yang representatif untuk menyemaitumbuhkan dialog-dialektika dalam berbagai ranah dan aras dalam koridor Tridharma Perguruan Tinggi, salah satunya Pendapa Agung nDalem Mangkubumen,” papar Puji dalam acara yang dihadiri pimpinan universitas dan fakultas serta para mahasiswa baru itu.

Kolaborasi Bagus Mazasupa dan Dian Serat Djiwa, yang menampilkan beberapa repertoar indahnya, diantara Hati Jogja, Semitone, Jalan Sunyi. (Foto: Kiriman Humas UWM)

Berangkat dari hal tersebut, lanjut Wakil Rektor III UWM itu, sejak Maret 2020 UWM mencoba menggali potensi untuk lahirnya program-program bagi sinergi maupun kolaborasi yang melibatkan segenap sivitas akademika UWM maupun dengan masyarakat luas. Di tengah pandemi Covid-19, maka penyesuaian program yang realistis adalah dengan metode bauran antara daring dan luring, dengan melibatkan sivitas akademika UWM bersama seniman, budayawan, akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, maupun elemen masyarakat luas untuk mengeksplorasi, bersinergi-kolaborasi yang dihadirkan sehingga tumbuh dialog-dialektika di kampus UWM.

“Harapannya publik luas bisa mendapatkan pengalaman yang berbeda maupun hal-hal baru tersebut dari perjumpaan-perjumpaan di Dalem Mangkubumen. Lalu kami menyebut program tersebut dengan Kutunggu di Pojok Ngasem,” terang Dosen Sosiologi itu.

Program “Kutunggu di Pojok Ngasem” sendiri terdiri dari beberapa kegiatan yakni Temu Kamis Legen, Architecture Factory Lab, Solo artwork exhibition/showcase, Pendapa Agung mid monthly performances, October Fest bersamaan dengan acara Dies Natalis UWM, dan Lingkar Pendapa Agung meliputi diskusi, workshop, seminar, bedah buku dan  kegiatan literasi.

Puji menambahkan, program ini tetap harus mematuhi protokol kesehatan dalam tatanan baru masyarakat saat ini. Dalam protokol kesehatan yang harus dipatuhi bersama, program “Kutunggu di Pojok Ngasem” menyambut kehadiran masyarakat luas untuk merentangkan tangan bersama dari Do It Yourself (DIY) menuju Do It With Others (DIWO).  “Di sini kita bisa bersinergi, kita bisa berkolaborasi, kita bisa memperbincangkan apapun untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh anak bangsa,” pungkasnya. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here