Home News UWM Gencarkan Literasi Pengasuhan Berbasis Hak Anak di Era New Normal

UWM Gencarkan Literasi Pengasuhan Berbasis Hak Anak di Era New Normal

133
0
Suasana diskusi kelompok dengan penggerak PKK tentang 'Literasi Pengasuhan Berbasis Hak Anak di Era New Normal'. (Foto: Kiriman Oktavia)

BERNASNEWS.COM — Pemenuhan kebutuhan fisik, kebutuhan psikologis dan sosialisasi norma-norma yang berlaku di masyarakat tetap  harus dilakukan orangtua dalam mengasuh anak di Era New Normal. Tidak sedikit orang tua yang kewalahan dalam pengasuhan dan proses pendidikan anak dalam situasi pandemi.

Khususnya bagi kedua orang tua yang harus bekerja di luar rumah. Tugas guru pun sebagian berpindah pada kedua orang tua, sementara belum tentu mereka mampu melakukan dengan baik. Demikian disampaikan Dr. Oktiva Anggraini, SIP.MSi, Dosen Prodi Administrasi Publik Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta.

“Peran ganda pun dihadapi pada orangtua yang bekerja dari rumah. Peran ganda yang diemban dapat menjadi sumber stres bagi orang tua,” ungkap Oktiva dalam giat pengabdian masyarakat  penyuluhan tentang ‘Literasi Pengasuhan Berbasis Hak Anak di Era New Normal’ bagi penggerak PKK Umbulharjo, Minggu (8/8/2021).

Dikatakan, bahwa tekanan yang dimiliki orangtua ditambah dengan tugas mengasuh anak dan membantu anak belajar di rumah menimbulkan tingkat stress yang tidak biasa yang berujung terjadinya kekerasan pada anak. “Beban ibu dalam hal  pengasuhan ditinjau dari  domestik, tanggung jawab maupun secara psikologis amat berat,” terang Oktiva.

Sebaliknya, lanjut Oktiva, peran ayah dalam pengasuhan masih amat minim. Hal inilah yang  memicu kekerasan anak di masa pandemi. Ketidakadilan dalam urusan rumah tangga yang dialami ibu dan kekerasan dalam rumah tangga selama Covid-19 secara terus menerus berefek domino  berupa kekerasan kepada anak.

Pengasuhan anak di Era New Normal tidak hanya pemberian rasa nyaman dan menghindarkan anak dari perilaku menyimpang, akan tetapi orang tua diharuskan  untuk memperhatikan aktivitas kesehatan dan keselamatan anak agar terhindar dari  Covid-19.

Penanaman akhlak dan pembentukan karakter pada anak dilakukan dengan  kehangatan kasih sayang serta keterlibatan emosi antara anak dan orang tua.  Penerapan protokol kesehatan pada anak dilakukan dengan disiplin serta  penjelasan tentang aturan, reward dan punishment secara konsisten dan kelembutan kasih sayang.

Sementara itu, dalam diskusi kelompok dengan sejumlah penggerak PKK Kelurahan Pandeyan, terungkap bahwa anak-anak seringkali kecanduan handphone selama pandemi ini. “Anak menjadi abai terhadap tugas sekolah sementara tidak semua orang tua mampu mendampingi anak dengan ketat dalam penggunaan handphone,” pungkas Oktiva. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here