Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsUWM dan UTP Tandatangani MoU, PT Perlu Hadirkan Solusi Persoalan Warga

UWM dan UTP Tandatangani MoU, PT Perlu Hadirkan Solusi Persoalan Warga

BERNASNEWS.COM — Kerjasama antar peguruan tinggi (PT) menjadi tuntutan dan tantangan dalam kerangka aplikasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sinergi demikian harus ditindaklanjuti dengan praktik atau pelaksanaan kerja bersama antarpihak dalam bidang berbagai bidang. Pada saat yang sama PT harus hadir di tengah masyarakat untuk membangun empati dan memecahkan persoalan atau menghadirkan solusi atas masalah yang dialami warga.

Hal itu disampai oleh oleh Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof Dr. Edy Suandi Hamid, MEc saat menerima kunjungan Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta Prof Dr Ir. Tresna Priyana Soemardi, Se, MS dan jajarannya, Selasa (18/1/2022), di Ruang Rapat Fakultas Hukum UWM, Yogyakarta.

Acara tersebut dalam rangka merajut jalinan kerjasama antara UWM dengan UTP. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Wakil Rektor UWM dan UTP, yang kemudian ditindaklanjuti dengan implementasi kerjasama antara Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UWM Prof Dr Ir. Ambar Rukmini, MP dan Dekan Fakultas Teknik UTP Ir. Eny Krisnawati, M.Si, serta Dekan Fakultas Ekonomi UWM Drs. Samsul Bakri, MM dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTP Drs. Trio Handoko, MM.

Kerjasama kedua belah itu selain membahas terkait penelitian dan penjaminan mutu, kerjasama UWM dan UTP juga menyangkut pertukaran mahasiswa dalam konsep MBKM, seminar nasional, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat.

Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof Dr. Edy Suandi Hamid, MEc (Kiri) dan Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta Prof Dr Ir. Tresna Priyana Soemardi, Se, MS menunjukkan MoU Kerjasama usai penandatanganan. (Foto: Humas UWM)

Prof. Edy Suandi Hamid menegaskan, bahwa kerjasama antar perguruan tinggi juga bisa antar mitra pemerintah dan swasta, serta bisa sesama perguruan tinggi nasional dan internasional. Bagian penting dalam kerjasama antar PT itu menyangkut perkuliahan lintas program studi di internal kampus dan eksternal kampus atau lembaga mitra.

“Model perkuliahan lintas program studi sebenarnya bisa terjadi dari waktu ke waktu,” ungkap pakar ekonomi pembangunan itu. Lanjut Prof Edy, pada masanya kuliah strata satu di Fakultas Ekonomi UGM, ia bisa ikut kuliah di sejumlah program studi lain dan mata kuliah yang berbeda-beda misalnya hukum bisnis (Fakultas Hukum), teknologi pertanian (Fakultas Pertanian).

Sementara itu Rektor UTP Prof. Dr. Ir. Tresna Priyana Soemardi, Se, MS menyatakan, kolaborasi semua elemen masyarakat, baik sesama masyarakat kampus maupun di luar kampus sangat diperlukan dalam mengembangkan PT sejalan dengan berlakunya konsep pendidikan go and see atau pergi dan melihat.

“Perguruan tinggi harus berperan lebih baik lagi dengan pergi ke masyarakat, melihat, berempati teradap berbagai persoalan di dalamnya, serta memecahkan masalah atau menghadirkan solusi di tengah warga. Konsep ini makin penting dalam era  normal baru pasca pandemi Covid-19,” kata Prof Tresna.

Model PT pergi, melihat, dan menghadirkan solusi dalam masyarakat juga makin menjadi kebutuhan sejalan dengan revolusi teknologi, yang menghadirkan perubahan sekaligus masalah sosial, budaya, ekonomi, dan lain-lain di tengah masyarakat. “Maka lingkungan dalam pengertian sebagai alam dan masyarakat di sekitar PT menjadi strategis dalam pengembangan pendidikan perguruan tinggi,” tandas Prof Tresna.

Dalam kesempatan itu, Rektor UWM dan Rektor UTP sepakat penandatanganan kerjasama antara dua perguruan tinggi, yang harus dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti seminar bersama, penelitian, dan kegiatan berkaitan kemahasiswaan. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments