Home Pendidikan UST Menempati Posisi Tiga Terbaik dari 102 PTS di DIY

UST Menempati Posisi Tiga Terbaik dari 102 PTS di DIY

7969
0
Rektor UST Ki Drs H Pardimin MPd PhD mewisuda lulusan UST periode pertama tahun akademik 2019/2020 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Kamis (24/10/2019). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Dari 102 perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti atau dulu Kopertis) DIY, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menempati posisi tiga terbaik. Sementara dari jumlah program studi (prodi) terbanyak, UST menempati urutan ke-8 dan urutan ke-6 jumlah mahasiswa terbanyak serta urutan ke-7 jumlah dosen tetap terbanyak.

“Dengan posisi tersebut, UST menjadi perguruan tinggi yang diminati. Dan UST yang menjadi bagian dari Tamansiswa mendidik mahasiswa untuk menjadi manusia yang utuh. Tamansiswa menjadi sekolah hidup. Karena itu pula, lulusan UST harus bisa menciptakan lapangan kerja baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Karena hidup itu baru bermakna bila bermanfaat bagi orang lain,” kata Windu Kumoro S.Kom M.Kom, Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi LLDikti DIY mewakili Kepala LLDikti pada acara wisuda lulusan UST periode pertama tahun akademik 2019/2020 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Kamis (24/10/2019).

Menurut Windu Kumoro, dengan posisi tersebut lulusan UST bisa mendaftar menjadi PNS atau pegawai pemerintahan lainnya maupun menciptakan lapangan kerja sendiri. Karena dengan status dan posisi yang baik itu menjamin lulusan UST bisa bekerja dimana pun, termasuk menjadi PNS, maupun menciptakan lapangan kerja sendiri.

Sementara Rektor UST Ki Drs H Pardimin MPd PhD mengatakan, UST mewisuda 1.173 lulusan program sarjana (S1) dan Program Pascasarjana (S2) periode pertama tahun akademik 2019/2020 di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Bantul, Kamis (24/10/2019).

Setelah diwisuda dan terjun ke masyarakat, maka para alumni UST diminta berpartisipasi dan berkontribusi untuk membesarkan UST dengan memberi masukan-masukan kepada lembaga berdasarkan pengalaman yang dihadapi dimana pun bekerja dan mengabdi.

Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa (MLPT) Ki Prof Dr Sri-Edi Swasono mengatakan, pada 7 tahun lalu belum ada prodi di UST yang terakreditasi A, semuanya terakreditasi B dan C. Namun 7 tahun kemudian atau saat ini, sudah ada 7 prodi di UST yang terakreditas A dan selebihnya terakreditasi B, tidak ada yang akreditas C. Bahkan dalam waktu dekat, semua prodi di UST terakreditasi A.

Karena itu, menurut Prof Sri-Edi Swasono, mestinya lulusan UST saat ini lebih terampil dan lebih trengginas. “Saat ini kita semua harus mengemban budaya kecanggihan, bukan budaya lumayan. Harus bekerja keras, tidak boleh malas,” tegas Prof Sri-Edi Swasono.

Dikatakan, Korea bisa maju tanpa sumber daya alam seperti Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam. Hal itu terjadi karena Korea menerapkan budaya kecanggihan, kerja keras. “Bangsa Indonesia tak bisa maju karena suka dengan hal-hal yang sepele-sepele, suka yang remeh-remeh, suka malas, suka leyeh-leyeh. Di Korea tak ada yang malas, semua bekerja sangat keras,” kata Prof Sri-Edi.

Karena budaya kerja keras dan canggih, maka mereka maju. Selain itu, rakyat Korea mencintai produk sendiri, sementara orang Indonesia lebih suka produk asing. “Semua ini karena Indonesia terlalu dijajah,” kata Prof Sri-Edi Swasono. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here