Home Pariwisata Upaya Tingkatkan Lama Tinggal Wisatawan Yogyakarta Lewat Story Nomic

Upaya Tingkatkan Lama Tinggal Wisatawan Yogyakarta Lewat Story Nomic

484
0
Ilustrasi media sosia. (Foto: pixabay)

BERNASNEWS.COM – Berbagai upaya untuk memperkuat pariwisata Yogyakarta terus diupayakan oleh Dinas Pariwisata DIY. Salah satu yang coba diperkuat ialah durasi tinggal wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Salah satu upaya yang diusulkan ialah Story Nomic.

Story Nomic sendiri merupakan penceritaan konten-konten budaya lokal yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian. Dari Story Nomic tersebut maka akan menjadi sesuatu yang berkesan, ketika wisatawan tersebut pulang. Tidak hanya menyuguhkan pengalaman visual tentang Yogyakarta saja, tetapi juga memiliki eksperimen dan juga nilai-nilai budaya Yogyakarta yang bisa mereka bawa pulang. Harapannya, wisatawan yang berkunjung lalu kembali pulang dapat membawa hal yang bisa diceritakan ketika sampai di daerah asalnya. Diharapkan hal itu mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke DIY.

“Sebagai kekuatan pariwisata DIY ke depan maka ada pada budaya dan Story nomik budaya tersebut,” tutur Arya Nugraha selaku Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta kepada awak media di sela Capacity Building Wartawan Bank Indonesia DIY di Magelang, Senin (21/10/2019).

Di target awal Story Nomic yang akan dilakukan secara terstruktur adalah di kawasan sumbu filosofi Yogyakarta mulai dari panggung Krapyak hingga Tugu golong gilig. Kemudian Story Nomic akan berkembang ke Kota Gede, Kedaton Pleret, Kedaton Kerto sampai dengan Imogiri. Lanjutnya yang akan bisa dielaborasi adalah destinasi wisata di mana Mataram seperti Mangunan Dlingo.

Stori nomic ini nantinya akan dipaparkan melalui para tour guide yang ada di kawasan kawasan wisata tersebut. Mereka akan dilatih secara khusus agar bisa bertutur dengan baik terkait dengan sejarah atau budaya destinasi wisata yang mereka jual.

“Kelemahannya belum ada Pakem atau standar tertentu terkait dengan sejarah atau cerita yang mereka sajikan,”tambahnya.

Arya Nugraha, memaparkan bahwa usulan ini berangkat dari durasi wisatawan domestik yang tinggal di Yogyakarta selama ini hanya 2,1 hari. Jumlahnya masih kalah jauh dengan durasi tinggal wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia yang selama 8 hari. Tak hanya soal durasi berlibur, belanja wisatawan sendiri yang datang ke Yogyakarta masih terbilang kecil baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Total belanja wisman rata-rata mencapai Rp 9,2 juta. Sedangkan wisatawan domestik hanya sekitar Rp2.000.000. Harapannya melaui Story Nomic, wisatawan dapat memperpanjang durasi tinggal dan memperbesar belanja mereka di destinasi yang ada di wilayah DIY.

“Akan berbeda ketika wisatawan menikmati Malioboro hanya duduk-duduk, mungkin dua jam selesai. Tapi ketika ada Story nomik bagaimana Malioboro sebagai bagian dari sumbu filosofi Daerah Istimewa Yogyakarta dan apa sejatinya sumbu filosofi tersebut bisa tersampaikan maka wisatawan akan lebih lama tinggal di di kawasan Malioboro,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here