Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniUpaya Menjaga Gizi di Waktu Pandemi

Upaya Menjaga Gizi di Waktu Pandemi

BERNASNEWS.COM – Kita tidak dapat menyangkal bahwa sampai dengan saat ini pandemi Covid-19 masih menjadi salah satu ancaman bagi keselamatan jiwa manusia di dunia ini, tanpa terkecuali bagi masyarakat Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menangkal virus yang satu ini, sampai dengan adanya pengadaan vaksin ketiga, terutama diprioritaskan lebih dahulu kepada kelompok lansia, yakni yang telah berumur 60 tahun ke atas.

Namun begitu ternyata Covid-19 ini pun mengalami perkembangan pula, yakni dengan varian terbaru yang disebut Omicron, bahkan disinyalir telah masukke Indonesia. Maka tidak bisa tidak kepada seluruh lapisan masyarakat harus tetap sadar dan waspada, tetap menerapkan protokol kesehatan, guna menangkal pandemi ini agar tidak semakin meluas, dan agar kehidupan umat manusia menjadi normal kembali seperti semula.

Untuk itu agar kesehatan tetap dapat terjaga dan dipertahankan, maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga stamina tubuh agar tetap sehat dengan mengonsumsi gizi yang seimbang dalam tubuhnya. Perlu dipahami bahwa pada setiap tanggal 25 Januari, kita selalu memperingati sebagai Hari Gizi dan Makanan. Hal ini akan mengingatkan kepada semua masyarakat agar kita dapat hidup secara sehat, selalu membutuhkan asupan makanan yang benar-benar memenuhi gizi seimbang, apalagi guna menangkal Covid 19 yang sekarang ini nampaknya juga belum berakhir.

Enam jenis makanan bergizi untuk dikonsumsi sehari-hari

Secara umum perlu diketahui bahwa terdapat berbagai jenis makanan yang mengandung gizi tinggi untuk kebutuhan tubuh kita, dan terdapat 6 (enam) jenis makanan bergizi, yakni meliputi : (1) Sayuran hijau; meskipun terdapat anak dan bahkan orang dewasa yang kurang menyukainya; (2) Buah-buahan, seperti alpukat, kates, jeruk dan sebaginya; (3) Biji-bijian dan kacang-kacangan; (4) Telur dan daging; (5) Ikan dan hasil laut lainnya, serta (6) Susu beserta olahannya.

Keenam jenis makanan di atas merupakan makanan yang bergizi tinggi dan diperlukan oleh tubuh kita, dan merupakan makanan sehat, yakni adalah makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tubuh memerlukan berbagai macam nutrisi agar dapat tetap sehat dan pertumbuhan tetap dapat berjalan dengan optimal. Syarat makanan yang sehat (4 sehat, 5 sempurna) yakni bersih, memiliki gizi yang baik dan seimbang dalam arti memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.

Oleh karena itu kita dapat mengonsumsinya dengan beberapa jenis makanan sehat, tanpa terbatas pada satu jenis saja. Mengonsumsi berbagai jenis makanan dapat memberikan nutrisi yang berbeda, sehingga gizi yang diperlukan oleh tubuh dapat terpenuhi.

Masalah Gizi di Indonesia

Sehubungan dengan hal di atas, ternyata di Indonesia masih terdapat dua macam permasalahan terkait dengan gizi. Yang pertama adalah permasalahan gizi yang sudah terkendali, yakni kekurangan vitamin A, gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI), dan anemia. Ketiga hal tersebut sudah dapat ditanggulangi oleh pemerintah. Kedua; masalah gizi yang belum terselesaikan yang meliputi : Pertama; Stunting;yang pada dasarnya di negeri ini merupakan masalah gizi kronis yang cukup umum yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama karena adanya pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Gejala terkait dengan stunting ini diantaranya dapat berupa postur anak lebih pendek dari anak seusianya, meski proporsi tubuh cenderung normal, namun anak nampak lebih muda atau kecil untuk seusianya, dan juga bisa berupa pertumbuhan tulang tertunda.

Meskipun telah berlalu beberapa tahun yang silam, namun terdapai informasi bahwa pada tahun 2013, di Indonesia masih terdapat 37,2% balita mengalami stunting. Guna mencegah terjadinya hal ini, maka yidak salah kalau sejak awal kehamilan bagi seorang ibu hingga dua tahun pertama kahidupan anak harus ada pemberian ASI aksklusif dan gizi seimbang.

Kedua; Gizi kurang, kadang muncul pendapat bahwa tubuh kurus akibat gizi kurang kerap dinilai lebih baik daripada tubuh gemuk akibat gizi lebih. Permasalahan gizi kurang sudah bisa terjadi sejak bayi lahir yang berat tubuhnya kurang dari 2500 gram. Kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi membuat bayi atau anak lebih rentan terhadap peningkatan infeksi, dan hal ini dapat berlanjut ampai dewasa.

Pada tahun 2018, Global Nutrition Report menyebutkan bahwa Indonesia termasuk ke dalam 17 negara yang memiliki 3 permasalahan gizi sekaligus, yakni Stunting (pendek), Wasting (kurus), dan Overweight (obesitas). Bila sejak kecil anak mengalami obesitas, akan rentan penyakit tidak menular ketika dewasa seperti diabetes tipe 2, stroke dan penyakit jantung. Maka guna menjaga berat badan tetap ideal yang perlu dilakukan adalah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, dengan cara membatasi konsumsi makan tinggi lemak dan gula, menambah asupan buah dan sayuran, serta rutin melakukan aktivitas phisik.

Upaya berkelanjutan dalam pemberian makanan bergizi

Dengan memperhatikan uraian di atas dan adanya beberapa fenomena di negeri ini, maka tidak salah kalau selanjutnya setiap keluarga harus memperhatikan dan memberikan makanan bergizi bagi anggota keluarganya, agar tidak mengalami berbagai masalah yang akan muncul dikemudian hari.

Disadari sepenuhnya bahwa manusia akan dapat hidup secara sehat apabila dalam tubuhnya memiliki kalori yang diperlukan. Adapun kebutuhan kalori per hari yang dibutuhkan seperti diungkapkan dalam Angka Kecukupan Gizi yang ditetapkan oleh Kemenkes Republik Indonesia lewat Peraturan Menteri Kesehatan No 75 Tahun 2013 adalah sebagai berikut :

  • Usia 0 – 6 bulkan, 550 kkal per hari
  • Usia 7 – 11 bulan, 725 kkal per hari
  • Usia 1 – 3 tahun, 1125 kkal per hari
  • Usia 4 – 6 tahun, 1600 kkal per hari
  • Usia 7 – 9 tahun. 1850 kkal per hari

Lebih lanjut untuk kebutuhan kalori dengan usia lebih dari 9 tahun, kebutuhan kalorinya akan dibedakan menurut jenis kelamin.    Memperhatikan uraian yang telah dipaparkan tersebut, maka marilah kita wujudkan bersama gizi bagi para genarasi penerus bangsa, terutama dalam memperingati Hari Gizi dan Makanan kali ini, dan juga menghadapi pandemi Covid 19 saat ini, agar generasi penerus kita akan menjadi generasi yang siap mengahadapi tantangan jaman dengan sehat, sehingga semakin mampu mewujudkan kesejahteraan bangsa sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia. Semoga. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments