Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniUpaya Mengatasi Kemacetan dan Keselamatan Perjalanan Masa Liburan Idul Fitri

Upaya Mengatasi Kemacetan dan Keselamatan Perjalanan Masa Liburan Idul Fitri

bernasnews.com – Hari Raya Idul Fitri tahun 2022 ini akan terasa berbeda dengan Idul Fitri tahun 2020 dan 2021. Hal ini dikarenakan bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah memperbolehkan masyarakat Indonesia mudik ke kampung halaman di libur Hari Raya Idul Fitri 2022. Kondisi ini seiring dengan telah melandainya kasus Covid-19 di Indonesia, sehingga beberapa kelonggaran telah dilakukan di beberapa sektor kegiatan. Kelonggaran juga telah diterapkan dalam menggunakan moda transportasi seperti naik Kereta Api dan Pesawat Udara, yang tidak lagi menggunakan antigen dan PCR. Diperbolehkannya mudik pada hari Raya Idul Fitri tahun 2022 ini tentunya akan berdampak terhadap mobilitas moda transportasi baik transportasi umum maupun pribadi.

Di kutip dari berbagai sumber diperkiraan jumlah masyarakat yang akan mudik sebanyak 79,4 atau hampir 80 juta orang yang akan melakukan perjalanan Mudik Hari Raya Idul Fitri 2022 dengan menggunakan berbagai jenis moda transportasi. Orang yang akan melakukan perjalan Mudik Hari Raya Idul Fitri 2022 dengan naik kereta api diprediksi, sebanyak 7,66 juta orang, diperkirakan mencapai 9 juta orang pemudik yang menggunakan moda transportasi udara, dan diperkirakan sebanyak 1,4 juta orang yang mudik dengan menggunakan sarana transportasi laut. Sementara itu yang menggunakan kendaraan pribadi dan jalan darat lainnya diperkirakan sebanyak 40 juta.

Melihat perkiraan tersebut tentunya hal ini menjadi permasalahan yang perlu untuk diselesaikan dengan baik. Penyelesaian permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan menajemen yang baik, terutama manajemen transportasi dan sistem transportasi yang baik, supaya tidak terjadi kemacetan seperti tahun-tahun sebelum terjadinya Covid-19. Hal ini dapat terwujud apabila perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan sistem transportasi dilakukan dengan baik. Dari sisi perencanaan setelah diketahui jumlah moda yang diperkiraan akan melintas perlu dipersiapkan sistem antrian untuk lalulintas, jumlah fasilitas yang akan digunakan, dan termasuk petugasnya.

Dari sisi pengorganisasian, bahwa penggunaan jalan perlu dipersiapakan untuk mengantisipasi jika terpakasnya terjadi kemacetan lalulintas sehingga dapat dialihkan, untuk itu perlu upaya informasi yang akurat terkait jalur alternative yang dapat dilalui, hal ini upaya untuk menghidari bottle neck. Untuk itu perlu koordinasi yang baik antara Kementrian Perhubungan dengan Dinas Perhubungan di wilayah-wilayah yang menjadi jalur yang dilewati oleh masyarakat yang mudik.

Dari sisi pelaksanaan, pemantaun lapangan di jalan raya perlu ditambahkan petugas lapangan dan ditambahkan alat pemantau jumlah kendaraan secara digital, sehingga di ketahui jumlah kendaraan yang melintas terutama di jalan bebas hambatan (jalan tol) supaya volume kendaraan dapat diatur atau di control sebagai bahan evaluasi terhadap penanganan kemacetan di jalan tol dan pengaturan ruas jalan. Antisipasi ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya pengemudi yang mengambil jalan pintas sehingga pindah-pindah antrian atau pindah lajur dengan seenakanya yang mungkin akan berdampak terhadap kecelakaan atau kejadian lain yang mengakibatkan kemacetan.

Hal lain yang perlu dipersiapkan dalam mewujudkan manajemen transportasi yang baik selama liburan mudik Idul Fitri 2022 adalah meningkatkan kesadaran pengemudi selama di jalan raya. Edukasi betapa pentingnya berhati-hati di jalan raya, masing-masing untuk tidak egois dan berempati terhadap pengemudi lainnya serta saling memberikan ruang gerak. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya himbauan terhadap kelayakan teknik kendaraan.

Antisipasi jika terdapat gangguan teknik pada kendaraan di ruas jalan tol maka idealnya di beberapa zona ada tempat untuk perbaikan atau bengkel darurat yang disediakan oleh Kementrian Perhubungan atau oleh disediakan oleh pengelola jalan tol. Apabila hal-hal tersebut di atas dapat dapat diwujudkan maka akan berdampak baik terhadap keselamatan dari masing-masing pengguna jalan raya sampai di tujuannya. (Dr. Jumadi, SE, MM, Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universits Widya Mataram/ Wakil Rektor I Universitas Widya Mataram/ Ketua Ikatan Dosen Republik Indonesia Wilayah DIY/ Ketua Departemen Pemberdayaan Desa dan UMKM Masyarakat Ekonomi Syariah DIY)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments