Home News Untuk Membangun Kalurahan Budaya, Sultan Resmikan Balai Budaya di Sleman

Untuk Membangun Kalurahan Budaya, Sultan Resmikan Balai Budaya di Sleman

100
0
Gubernur DIY Sri Sultan HB X berkesempatan meninjau hasil karya budaya yang dipamerkan saat meresmikan Balai Budaya, Jumat (10/12/2021). Foto: Istimewa.

BERNASNEWS.COM — Kalurahan Girikerto Kapanewon Turi dan Kalurahan Sendangagung Kapanewon Minggir, Sleman terima fasilitasi Balai Budaya dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta. Balai Budaya tersebut secara simbolis diresmikan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat (10/12/2021), di Girikerto, Turi, Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Lakshmi Pratiwi mengatakan, bahwa fasilitasi Balai Budaya tersebut memiliki luas 11,5 x 10 m. Selain Kabupaten Sleman, fasilitasi balai budaya juga diberikan pada Kalurahan Panggungharjo Kapanewon Sewon, Bantul dengan total anggaran pembangunan mencapai Rp 1.545.200.000,-.

Gubernur DIY Sultan HB X didampingi oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa meninjau masterplan Kalurahan Budaya, Jumat (10/12/2021). Foto: Istimewa.

“Tujuan dari fasilitasi ini adalah untuk membangun Kalurahan Budaya sebagai lembaga kebudayaan yang kreatif, inovatif, produktif dan mensejahterakan penduduknya,” ungkap Lakshmi.

Dikatakan, berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 262/KEP/2016, tanggal 2 Desember 2016, Tentang Penetapan Desa Kelurahan Budaya telah ditetapkan 56 desa sebagai desa budaya di DIY. Adapun persebarannya yaitu Kabupaten Gunungkidul terdiri dari 16 desa, Kulon Progo 15 desa, Bantul dan Kota Yogyakarta 14 desa, serta Sleman 14 desa.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam peresmian tersebut menyampaikan, bahwasanya DIY sudah merintis entitas desa tangguh dan berdikari dengan konsep mandiri dan berbudaya. Hal ini merupakan embrio aktivasi sekaligus masterpiece yang kelak dapat dijadikan acuan dalam membangun desa, sesuai dengan potensi dan kearifan lokal masing-masing.

“Sehubungan dengan hal tersebut, saya mengucapkan selamat kepada Kalurahan Girikerto dan Kalurahan Sendangagung sebagai bagian penerima mandat Desa Mandiri Budaya,” kata Sultan.

Lanjut Sultan, Pemerintah Desa/ Kalurahan diwajibkan mendorong, menumbuhkan, membina, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak, kewajiban, dan peran serta dalam pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan. Parameter upaya pelestarian budaya salah satunya terdapat dalam Perdais No. 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan, mencakup aspek pemeliharaan, pengembangan, perlindungan, penguatan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan dengan ciri inklusivitas, dimana masyarakat menjadi subjek dalam pengembangan kebudayaan.

“Besar harapan saya, agar Balai Budaya dan sarana prasarana yang diberikan dapat menjadi stimulan pengembangan budaya, dengan melibatkan warga, terkhusus generasi muda sebagai motor pembangunan masa depan Indonesia,” tambah Sultan.

Gubernur DIY Sultan HB X diapit oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY Laksmi Pratiwi (Kiri) dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa foto bersama sebelum meresmikan Balai Budaya. (Foto: Istimewa)

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memberikan apresiasinya pada Pemda DIY atas fasilitasi Balai Budaya tersebut. Keberadaannya diharapkan dapat semakin memfasilitasi peningkatan maupun pengembangan seni dan budaya yang ada di desa budaya.

“Harapannya keberadaan sarana dan prasarana ini dapat semakin menambah semangat berkesenian serta menambah motivasi dalam pelestarian budaya di Kabupaten Sleman,” ujar Danang.

Menurut Danang, tantangan pelestarian budayankhususnya budaya tradisional saat ini cukup berat seiring dengan perkembangan zaman dan adanya arus globalisasi. Hal ini berpengaruh pada masuknya budaya dari luar yang dikhawatirkan lambat laun membuat kebudayaan lokal ditinggalkan.

“Upaya Pemkab Sleman untuk mengantisipasi hal ini dilakukan dengan mengedepankan potensi nilai luhur yang dimiliki sebagai usaha pelestarian budaya asli daerah,” terangnya.

Melalui fasilitasi balai budaya ini, imbuh Danang, sangat berharap upaya yang dilakukan juga dapat langsung dilaksanakan oleh masyarakat di tingkat kalurahan untuk mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pelestarian budaya daerah. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here