Home Ekonomi UMKM Harus Tonjolkan Kearifan Lokal

UMKM Harus Tonjolkan Kearifan Lokal

578
0
Pelestari Batik GKBRAy (Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu) Adipati Paku Alam X (ketiga dari kiri). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Pelestari Batik GKBRAy (Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu) Adipati Paku Alam X produk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dari Yogyakarta harus menonjolkan kearifan lokal diantaranya seperti batik. Hal ini untuk meningkatkan kehidupan UMKM Sendiri.

Hal itu disampaikan Gusti Putri (panggilan akrab GKBRAy Adipati Paku Alam X pada saat menerima audiensi pengurus DPC (Dewan Pimpinan Cabang) HIPPI Sleman yang dipimpin Ketua DPC HIPPI Sleman Atik Sri Purwantiningsih SE M.Acc, CA, ASEAN CPA, CT, CFP, di Puro Pakualaman Yogyakarta, Kamis (3/12/2020).

Sekjen DPC HIPPI DIY Maria Veronica Margareth Harianti SE menyambut baik usulan permaisuri dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo(KGPAA) Paku Alam X dengan memperlihatkan produknya berupa bakpia batik dengan motif kawung dan motif batik lainnya.

Gusti Putri menyarankan jangan menggunakan motif batik parang karena motif tersebut dikenakan oleh Raja Keraton Yogyakarta. Gusti Putri juga mengusulkan untuk produk UMKM dari wilayah DIY termasuk Sleman untuk mencatumkan produknya dari Yogyakarta, Indonesia agar dikenal secara luas.

Gusti Putri mengharapkan HIPPI Sleman jangan datar-datar saja dan harus bermitra serta berkolabarosasi dengan pihak yang terkait dengan UMKM  (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) seperti Dinas Perindusrian dan Perdagangan, Dinas UMKM dan Koperasi dan Dinas Pariwisata. Sehingga bisa membuat UMKM semakin berkembang dan meningkat kesejahteraan.

Atik mengatakan HIPPI DIY sudah siap berkolaborasi dengan bersinergi dengan pihak manapun termasuk instansi dan dinas yang berkaitan dengan UMKM. HIPPI Sleman berharap bisa membantu UMKM dalam bidang pemasaran, packeging dan perijinan dan lain-lain.

Karena itu, kata Ketua Bidang Promosi dan Kemintraan Tetra Budiarto SH MM, HIPPI Sleman akan menyelenggarakan kegiatan Pameran UMKM Bangkit di Sleman City Hall yang diikuti oleh sekitar
100 peserta. Dan ada ruang konsultasi khusus bagi UMKM secara gratis yang mengalami kesulitan dalam bidang pembiayaan,  pemasaran produksi, SDM dan kelembagaan/perizinan.

Audiensi yang berlangsung sekitar 1,5 jam ini sangat bermanfaat bagi HIPPI Sleman. Karena arahan dan saran yang disampaikan oleh Gusti Putri merupakan hal yang baru dan penting untuk pengembangan UMKM yang
selama ini belum terpikirkan oleh HIPPI Sleman misalnya UMKM harus berkolaborasi dengan banyak pihak misalnya untuk satu produk jangan dilakukan dari produksi, packeging (pengemasan) dan pemasaran oleh
satu UMKM saja, melainkan dibagi-bagi seperti halnya yang terjadi di Korea, Cina, Jepang.

Packeging yang baik itu akan menarik pembeli dan itu justru yang nomor satu dipikirkan Buatlah produk yang paling disukai. Bakpia itu sebenarnya paling disukai tetapi sayangnya kemasannya tidak bagus sehingga tidak sampai mendunia. Berbeda hanya dengan Tokyo Banana, Moci Cina dan lain-lain. Kalau dari Cina saya selalu bawa Moci karena kemasannya bagus padahal rasanya tidak enak,” ungkapnya.

Dalam kemasan suatu produk itu, harus dibuat menarik misalnya dicantumkan filosofi batiknya, sekian persen
keuntungan untuk anak yang berkebutuhan khusus atau lainnya tetapi itu benar-benar dilakukan. “’Hal seperti itu yang akan laku di pasaran,” ungkap Gusti Putri. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here