Home News Umat Katolik Banteng Makin Terlibat dalam Pembangunan di Kabupaten Sleman

Umat Katolik Banteng Makin Terlibat dalam Pembangunan di Kabupaten Sleman

487
0
Suasana kegiatan Pelaksanaan Kebijakan Kesejahteraan Rakyat di Aula Gereja Keluarga Kudus Banteng, Sleman, pada Sabtu 27 Maret 2021. Kegiatan ini dihadiri 45 tokoh umat, terdiri dari pengurus RT, RW dan Padukuhan.

BERNASNEWS.COM – Sekretaris Daerah bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan Pelaksanaan Kebijakan Kesejahteraan Rakyat di Aula Gereja Keluarga Kudus Banteng, Sleman, pada Sabtu 27 Maret 2021. Kegiatan ini dihadiri 45 tokoh umat, terdiri dari pengurus RT, RW dan Padukuhan.

Syamsi Hidayati S.IP MPA, Kasubbag Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, menyebutkan, kegiatan ini dimulai sejak 17 Maret 2021 dan dibuka secara simbolis oleh Bupati Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo di aula lantai 3 Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman.

Pastor Matheus Wahyudi MSF, Pastor Paroki Gereja Keluarga Kudus Banteng, mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini. “Pertemuan antara pihak Pemerintah Kabupaten Sleman, dalam hal ini Kesra dan Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, menjadi ruang dialog bersama sekaligus motivasi bagi umat Gereja Katolik Keluarga Kudus Banteng semakin terlibat dan mendukung pengembangan dan pembangunan di Kabupaten Sleman,” kata Pastor Wahyudi MSF.

Ir Arip Pramana MT, Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman dan CB Ismulyadi SS MHum, Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kab Sleman, tampil sebagai narasumber. Acara dipandu oleh Hendrik Panggalo, Bidang Paguyuban dan Persaudaraan Gereja Keluarga Kudus Banteng.

Suasana kegiatan Pelaksanaan Kebijakan Kesejahteraan Rakyat di Aula Gereja Keluarga Kudus Banteng, Sleman, pada Sabtu 27 Maret 2021. Kegiatan ini dihadiri 45 tokoh umat, terdiri dari pengurus RT, RW dan Padukuhan.

Ir Arip Pramana MT menyampaikan materi tentang Kesehatan vs Ekonomi (rem vs gas). Dalam penjelasan banyak menyinggung dampak pandemi untuk sektor UMKM, hotel dan restoran, kesehatan. “Ada beberapa rekomendasi kebijakan UMKM yang dilakukan, misalnya gerakan mencintai ‘produk lokal’, beras Sleman, pengembangan batik khas Sleman dengan motif parijotho salak, kerajinan bambu, air mineral DAXU (Dari Air Kaliurang), salak pondoh dengan segala variannya,” tutur Arip Pramana.

Arip Pramana juga menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19, rekomendasi terkait masa pandemi dan pemberdayaan IKM untuk dapat berpartisipasi dalam upaya penanganan pandemi.

Sementara CB Ismulyadi memperkenalkan struktur Bimas Katolik dan karya yang dilakukan. CB Ismulyadi meneruskan pesan Menteri Agama yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pejabat Bimas Katolik Pusat dan Daerah awal Maret lalu. “Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. Merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan,” tutur CB Ismulyadi.

Pastor Wahyudi MSF, Pastor Gereja Katolik Keluarga Kudus Banteng sedang menyambut para narasumber dan para peserta. Foto : CB Ismulyadi

Dikatakan, melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan, baik yang berbasis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan non DIPA, Bimas Katolik mencoba menggemakan semangat moderasi tersebut melalui bidang kependidikan dan urusan.

Salah satu tokoh umat, Stefanus Martono, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus dan memberikan informasi tentang dinamika termasuk produk yang dihasilkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. “Saya menjadi tahu bahwa ada air minum DAXU dan batik motif parijotho, ada kegiatan pendampingan dari Bimas Katolik di rumah sakit, panti wredha dan lembaga pemasyarakatan,” katanya.

Aloysius G Sujatmiko, Dewan Harian Paroki Gereja Keluarga Kudus Banteng, mengucapkan terima kasih kepada Bidang Kesra Kabupaten Sleman, kedua narasumber dan para peserta yang hadir. “Kegiatan ini merupakan hal yang baru dan dapat menjadi sarana berbagi informasi dan dilaksanakan secara berkesinambungan,” tutur Sujatmiko. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here