Home News Umat Antusias Mengikuti Misa Mingguan secara Online

Umat Antusias Mengikuti Misa Mingguan secara Online

751
0
Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko saat memimpin misa mingguan yang disiarkan langsung channel YouTube, Sabtu (21/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Misa mingguan secara online yang disiarkan secara langsung atau live streaming melalui channel YouTube, Sabtu (21/3/2020) mulai pukul 17.00 WIB, berlangsung khusuk. Umat sangat antusias mengikuti misa yang baru pertama kali dilakukan secara online ini. Mereka dengan tenang mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung Uskup Keuskupan Agung Semarang ((KAS) di depan layar laptop atau layar televisi menggunakan LCD.

Beberapa umat mengaku senang mengikuti misa secara online karena tenang dan khusuk meski tanpa menerima hosti atau komuni. “Jebule misa online yo penak, iso dadi alternatif ki suk mben,” ujar Agung, salah seorang wartawan sebuah harian terbitan Semarang, dalam grup whatsapp wartawan Katolik, usai misa.

Umat khusuk mengikuti misa di depan layar laptop, Sabtu (21/3/2020). Foto : Istimewa

Misa secara online persis sama dengan misa yang biasa dilakukan secara langsung atau tatap muka di gereja, kapel atau tempat-tempat lainnya. Bedanya, misa secara online tanpa menerima hosti atau komuni.

Dalam kotbanya, Mgr Robertus Rubiyatmoko mengatakan, minggu ini merupakan minggu sukacita karena Allah memberi penghiburan kepada umat manusia dengan menjawab apa yang menjadi kerinduan kita.

Umat dengan khusuk di depan laptop mengikuti misa yang disiarkan langsung lewat channel YouTube, Sabtu (21/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Bacaan Injil mengisahkan seorang pengemis yang buta sejak lahir kemudian bersukacita karena bisa melihat karena disembuhkan oleh Yesus. Ia mengalami sukacita luar biasa karena kerinduannya untuk bisa melihat sungguh-sunguh menjadi realitas atau dikabulkan oleh Tuhan Yesus sendiri.

“Yesus menyembuhkan si pemgemis dari kebutaan karena Yesus melihat dalam diri pengemis itu ada keinduan yang besar akan kasih pada Allah. Dan si pengemis menjawab bahwa Yesus seorang Nabi ketika ditanya orang Farisi. Ia memiliki kepercayaan yang besa akan kesembuhan. Ia bersukacita dan bergembiran karena mendapat penghiburan dari Tuhan,” kata Mgr Robertus.

Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko saat memimpin misa mingguan yang disiarkan langsung channel YouTube, Sabtu (21/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Hal yang sama dialami umat manusia sekarang ini. Kita memiliiki kerinduan yang mendalam akan belas kasih dan penghiburan dari Tuhan. Di masa-masa yang sangat sulit seperti sekarang ini dimana wabah virus Corona merebak di mana-mana, termasuk sampai ke wilayah kita, bahkan mungkn ada saudara yang terpapar, kita semua memiliki kecemasan, ketakutan namun sekaligus kerindukan dan harapan yakni pembebasan dari wabah ini.

“Kita yang masih sehat mengharapkan agar dilindungi Tuhan, diagai sehigga terbebaskan dari virus ini. Yang sakit tentu saja menggharapkan ksembuhan dan kita semua berdoa agar yang meningggal dilimpahi rahmat kehidupan abadi oleh Tuhan. Inilah kerinduan kita yang palung dalam untuk hari-hari ini. Kita harapkan perlindungan Tuhan, pembebasan dari virus dan akhirnya kita bersukacita karenan melanjutkan kehiipan kita secara normal,” kata Mgr Robertus.

Umat mengikuti misa mingguan secara online, Sabtu (21/3/2020). Foto : Istimewa

Ia mengatakan, hari ini kita diajak Tuhan untuk bebas dari penyakit. Caranya dengan tekun berdoa, mohon perlindungan Tuhan, mengubah pola hidup yang sehat, jaga stamina agar bertahan sekaligus berusaha untuk melakukan isolasi mandiri, mengurung diri dengan cara tidak bertemu dengan banyak orang atau mengurangi perjumpaan dengan banyak orang.

“Dengan cara inilah kita bisa mengupayakan kesehatan dan keselamatan bersma. Itulah sebabnya Keuskupan Agung Semarang dan keuskupan-keuskupan yang lain bahkan seluruh dunia mencoba untuk mengupayakan antara lain dengan meniadakan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orangm termasuk Ekaristi di gereja, kapel dan tempat-tempat lain. Semoa dengan cara ini, doa dan kerinduan kita akan pembebasan dari wabah virus Corona sungguh dikabulkan Tuhan,” kata Mgr Robertus dalam kotbah selama 8 menit 27 detik itu. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here