Home News Ujian Nasional 2020 Ditiadakan

Ujian Nasional 2020 Ditiadakan

670
0
Mendikbud Nadien Makarim saat memberi keterangan kepada wartawan tentang peniadaan Ujian Nasional 2020, Selasa (24/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com/repro MetroTV

BERNASNEWS.COM – Pemerintah memutuskan untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 untuk menjaga keselamatan jiwa 8 juta siswa, guru, karyawan maupun keluarganya. Sementara untuk menentukan kelulusan, sekolah diberi kesempatan untuk menyelenggarakan ujian akhir sekolah namun tidak mengumpulkan siswa dalam satu tempat untuk mencegah dan menghindari penularan virus Corona atau Covid-19.

“UN tahun 2020 untuk tingkat SMA atau setingkat Madrasah Aliyah, SMP atau setingkat Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Dasar (SD) atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah ditiadakan,” kata Fadjroel Rachman, kata Juru Bicara Presiden, melalui keterangan tertulis, Selasa (24/3/2020).

Mendikbud Nadien Makarim saat memberi keterangan kepada wartawan tentang peniadaan Ujian Nasional 2020, Selasa (24/3/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com/Repro MetroTV

Hal yang sama juga disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam jumpa persen bersama Kepala Gugus Tugas Penanggulangan Virus Corona Doni. “Pemerintah memutuskan untuk meniadakan ujian nasional tahun 2020. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan 8 juta siswa peserta UN maupun keluarganya,” kata Nadiem Makarim seperti disiarkan Metro TV, Selasa (24/3/2020) siang.

Keputusan meniadakan UN tahun 2020 itu diambil dalam rapat terbatas terkait pelaksanaan UN 2020 yang dipimpin Presiden Joko Widodo menyusul persebaran virus corona (Covid-19). Menurut Fadjroel, keputusan membatalkan UN 2020 diambil sebagai respons merebaknya wabah virus corona.

Pemerintah mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Di sisi lain, menurut Fadjroell, peniadaan UN juga salah satu penerapan kebijakan social distancing atau yang kini disebut physical distancing untuk mencegah penyebaran virus corona.

Menanggapi keputusan pemerintah meniadakan UN 2020, Kepala SMA BOPKRI I (BOSA) Yogyakar Drs Andar Rujito MH mennilai keputusan pemerintah itu sangat bijaksana. Dan semua pihak harus mendukung dan sadar diri untuk melakukan social distancing/ physical distancing.

Kepala SMA BOPKRI I Yogyakarta Drs Andar Rujito MH. Foto : Istimewa

Apalagi UNBK juga tidak menentukan kelulusan. “Lebih baik kita semua sehat daripada sekadarr punya kebanggaan nilai semu (hanya kognitif), sementara banyak orang yang meninggal,” kata Andar Rujito ketika dihubungi Bernasnews.com, Selasa (24/3/2020) siang.

Menurut Andar Rujito, yang penting adalah bagaiman kita tetap membangun iklim dan wacana untuk terus meningkatkan semangat belajar, tidak usah tergantung ada dan tidaknya UN. “SMA BOSA selalu mengambil sisi positif dari setiap peristiwa. Karena itu bagian dari pembelajaran karakter menuju keutamaan manusia,” kata Andar Rujito.

“Dalam situasi seperti sekarang ini saya mengajak seluruh warga BOSA untuk menggaungkan pola hidup sehat serta mematuhi anjuran/ kebijakan pemerintah yang pada dasarnya merupakan bentuk rasa cinta untuk menyelematkan rakyatnya. Kita juga harus menyadari dan refleksikan kepatuhan kita pada Tuhan sembari memohon ampunanNya,” kata Andar Rujito. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here