Home Pendidikan UII Kini Miliki 20 Guru Besar

UII Kini Miliki 20 Guru Besar

614
0
Tiga Dosen UII yang menerima SK Guru Besar dari Mendikbud RI adalah Dr Jaka Sriyana SE MSi (kedua dari kiri), Dr Drs Nur Feriyanto MSi (ketiga dari kiri) dan Fathul Wahid ST MSc PhD yang juga Rektor UII (keempat dari kiri) foto bersama Kepala LLDikti Wilayah V Prof Dr Didi Achjari SE M.Com Ak CA (kiri), Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Drs Suwarsono Muhammad MA (kedua dari kanan) dan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset UII Dr Drs Imam Djati Widodo M.Eng.Sc (paling kanan) usai menerima SK Guru Besar di Gedung Kuliah Umum Prof Dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Selasa (11/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM — Sampai saat ini UII telah memiliki 20 dosen tetap dengan jabatan akademik Guru Besar atau Profesor. Hal ini menyusul diserahkannya SK Guru Besar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI oleh Kepala LLDikti Wilayah V Prof Dr Didi Achjari SE M.Com Ak CA kepada tiga dosen UII di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof Dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Selasa (11/2/2020).

Ketiga dosen UII yang menerima SK Guru Besar tersebut adalah Dr Jaka Sriyana SE MSi di bidang Ekonomi Pembangunan, Dr Drs Nur Feriyanto MSi di bidang Ekonomi Pembangunan dan Fathul Wahid ST MSc PhD yang juga Rektor UII di bidang Sistem Informasi.

Menurut Ike Agustina S.Psi M.Psi, Psikolog, Direktur Sumber Daya Manusia UII, jumlah Guru Besar UII berpotensi bertambah mengingat dari 191 dosen UII yang saat ini telah bergelar doktor, 47 di antaranya mempunyai jabatan fungsional Lektor Kepala. Dan dari 47 Lektor Kepala tersebut, 26 di antaranya layak diajukan untuk mengikuti proses mendapatkan jabatan akademik Guru Besar atau Profesor bahkan tiga di antaranya telah diusulkan untuk mendapatkan jabatan Guru Besar ke LLDikti.

Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD (tengah) foto bersama Kepala LLDikti Wilayah V Prof Dr Didi Achjari SE M.Com Ak CA (kiri) dan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset UII Dr Drs Imam Djati Widodo M.Eng.Sc (kanan) usai menerima SK Guru Besar dari Mendikbud RI di Gedung Kuliah Umum Prof Dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Selasa (11/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Dikatakan, guna meneguhkan komitmen untuk terus menambah jumlah Profesor yang dimiliki, pada awal tahun 2019 UII telah menerapkan Program Percepatan Guru Besar UII yang terdiri dari Sabbatical Leave, Visiting Profesor, Hibah Penelitian Kolaboratif dan Coaching Clinic.

Sabbatical Leave, menurut Ike Agustina, berupa penelitian dan penyusunan naskah publikasi di institusi atau universitas yang memberikan fasilitas penelitian yang memadai atau mempunyai pakar yang memiliki keahlian yang dibutuhkan dosen. Fasilitas yang diterima dosen yang mengikuti Sabbatical Leave antara lain biaya hidup, tiket pesawat, visa, asuransi kesehatan dan subsidi dana penelitian.

Sementara Visiting Profesor adalah mengundang profesor kelas dunia dari perguruan tinggi ternama dari luar negeri yang diharapkan dapat membimbing dosen dalam meningkatkan kehidupan akademis, kompetensi, kualitas dan kontribusi keilmuan. Waktu yang diberikan minimal 10 hari dengan fasilitas biaya hidup dosen pakar/ahli per bulan, honor dosen pakar/ahli per bulan, biaya pertemuan, workshop, seminar, penyusunan laporan, honor pendampingan, pengurusan keimigrasian, asuransi, tiket perjalanan dan subsidi penelitian.

Kemudian Hibah Penelitian Kolaboratif adalah untuk meningkatkan kualitas penelitian dosen yang bermuara pada hasil yang dipublikasikan melalui jurnal bereputasi dengan memfasilitasi dosen melalukan kolaborasi penelitian dengan pakar dari luar UII. “UII menyediakan dana sampai dengan maksimal Rp 75 juta per dosen yang terpilih mengikuti kegiatan ini,” kata Ike Agustina.

Sedangkan coaching clinic, menurut Ike Agustina, adalah kegiatan pembimbingan dalam penulisan artikel yang dilakukan oleh pembimbing profesional kepada peserta program, baik dalam bentuk pembimbingan tatap muka maupun secara online.

“Dalam kegiatan coaching clinic, peserta program difasilitasi dana berupa honorarium pembimbing sampai terbit jurnal,” kata Ike Agustina.

Menurut Ike Agustina, semua Program Percepatan Guru Besar UII ini dimaksudkan untuk menghasilkan luaran dalam bentuk publikasi yang diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi terindeks pada Web of Science dan scopus serta memiliki dampak faktor dari isi Web of Science atau Scimago Journal rank yang masuk dalam quartile 1, quartile 2 dan quartile 3, sebagai penulis pertama dan korespondensi.

Dikatakan, alokasi dana yang telah diberikan UII melalui Program Percepatan Guru Besar pada tahun 2019 sebesar 291,750 juta untuk sabbatical leave sebanyak 3 orang, coaching clinic 3 orang dan penelitian kolaboratif sebanyak 1 orang.

“Ke depan UII berkomitmen untuk terus melakukan program-program yang lebih masif dan intensif guna mengakselerasi pertumbuhan jumlah Guru Besar di lingkungan UII,” kata Ike Agustina. (lip)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here