Home Pendidikan UII Jaring Aspirasi Mitra Kerja Sama dalam Partners Gathering 2021

UII Jaring Aspirasi Mitra Kerja Sama dalam Partners Gathering 2021

77
0
UII menggelar acara Temu Mitra (Partners Gathering) di Ballroom Kasultanan Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, pada Sabtu (11/12/2021). Foto: Humas UII

BERNASNEWS.COM – Guna menjalin kerja sama lebih baikdan mempererat relasi yang ada dengan mitra kerja sama, UII menggelar acara Temu Mitra (Partners Gathering) di Ballroom Kasultanan Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, pada Sabtu (11/12/2021).

Acara yang diadakan secara luring terbatas bagi mitra yang ada di Yogyakarta dan daring bagi mitra domestik dan internasional ini merupakan agenda tahunan yang rutin diadakan oleh Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional UII (DK/KUI) dan mitranya.

Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD mengucapkan terima kasih bagi seluruh mitra yang ada atas kerja sama yang sudah terjalin dengan sangat baik dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya, untuk melanggengkan kerja sama, ada dua hal yang diyakini penting yakni saling memberi keuntungan dan mendapatkan manfaat antara mitra.

Dikatakan, kerja sama yang baik layaknya konsep simbiosis komensalisme dan mutualisme. Kedua konsep tersebut dapat memberi usia yang lebih panjang. “Kalau kita bisa menggaungkan yang dua (komensalisme dan mutualisme), mengedepankan, menebar manfaat antar sesama, maka kerja sama dapat berjalan dengan baik,” kata Rektor UII.

Menyoroti angka implementasi capaian bersama mitra, Prof Fathul menekankan agar kerja sama yang ada tidak hanya berhenti dalam nota kesepahaman tetapi juga implementasinya. Hal itu untuk sama-sama memberikan manfaat.

Prof Fathul berharap agar dalam agenda Temu Mitra 2021 ini pihaknya mendapatkan pandangan baru dari setiap mitra. “Hari ini kami akan lebih banyak mendengar kritik dan saran dari Bapak/Ibu sekalian. Harapannya masukan tersebut dapat kita formulasikan dan tindaklanjuti di waktu yang mendatang,” kata Fathul. 

Capaian UII

Di kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan UII Ir Wiryono Raharjo M.Arch PhD menjabarkan portofolio hubungan relasi yang telah dijalin. Dikatakan, memperkuat kemitraan menjadi salah satu strategic plan bagi UII. Menurut data yang dirangkum, implementasi kerja sama secara domestik mencapai 72,66 persen dengan total mitra yang terlibat sebesar 139.

Rektor UII Prof Fathul Wahid menyampaikan sambutan pada acara Temu Mitra (Partners Gathering) di Ballroom Kasultanan Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, pada Sabtu (11/12/2021). Foto: Humas UII

Sedangkan dalam skala internasional, kerja sama yang berhasil implementasi mencapai 90 persen. Dalam catatannya, sepanjang tahun 2021 telah ada 42 perjanjian kerja sama yang baru ditandatangani. Angka tersebut masih di luar dari perjanjian kerja sama yang tidak tertulis. “Itu menandakan banyaknya perjanjian yang dibangun oleh UII,” katanya.

Menurut Wiryono Raharjo, kondisi pandemi menyebabkan lanskap yang ada berubah seketika. Mobilitas yang mudah untuk saling berkunjung menjadi terbatas. Menurut Wiryono Raharjo, tiga strategi yang digunakan yakni bertahan, berbenah dan bertumbuh. “Itu strategi kami. Kemudian, fokus kita adalah menjaga kesehatan, bagaimana kita tetap sehat dan kuliah tetap berjalan aman. Hal itu sebagai ikhtiar untuk tetap mengawal proses perkuliahan yang ada,” katanya

Ia menambahkan dalam jangka lima tahun terakhir, UII berhasil membangun kerja sama dengan tipe hybrid. Kerja sama ini merupakan kerja kolektif antara perguruan tinggi Eropa dan Indonesia. Sejak 2016 tercatat UII berhasil menjalin kerja sama dengan Uni Eropa yang tergambar dalam Erasmus+ REPESEA yang berfokus pada program riset; Erasmus+ GITA (Growing Indonesia a Triangular Approach) dalam ranah penguatan wirausaha; Erasmus+ BUILD (Build University in Leading Disaster) fokus ranah tanggap bencana; Erasmus+ ANGLE (Asean Network for Green Entrepreneurship and Leadership); dan  Erasmus+ IHILead (Indonesian Higher Education Leadership) yang berfokus pada penguatan kepemimpinan perguruan tinggi.

Masing-masing agenda Erasmus+ itu akan menghasilkan output asosiasi antar universitas. “Sehingga ketika program selesai, proses kemitraan masih terus berjalan dalam wadah asosiasi,” jelas Wiryono ketika mengungkap definisi hybrid partnership.

Selanjutnya, dalam ajang Indonesian International Student Mobility Awards 2021 (IISMA) juga berhasil memberangkatkan 24 mahasiswa UII ke luar negeri. Tidak hanya itu dalam skala ASEAN, kampus tertua di Indonesia ini berhasil bergabung dalam Passage to ASEAN (P2A) sebagai executive board. P2A merupakan wadah perguruan tinggi ASEAN yang mencoba untuk mendorong penguatan dan pertukaran informasi antar budaya. “Sekarang berkembang hingga mengajar bersama, penelitian, dan juga pengembangan kewirausahaan,” tutur Wiryono.

Tetap Eksis di Kala Pandemi

Kerja sama yang dilakukan dengan mitra dalam berbagai bentuk. Menolak menyerah dengan kondisi pandemi, UII tetap eksis dari level domestik hingga skala internasional. Pandemi yang ada justru dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengeskalasi posisi. “Aktivitas daring membuka kesempatan yang sangat luas. Sebagai contoh program international credit transfer (ICT) meningkat dua kali lipat dari jumlah biasanya,” kata Wiryono.

Selain itu, mahasiswa internasional dapat merasakan kuliah yang lebih ekonomis “tidak harus datang ke sini.” Agenda Global Partnership juga semakin terbuka lebar. Sebagai catatan agenda itu merupakan jalinan kerja sama internasional yang terbagi atas tiga zona: Amerika, Asia-Pasifik dan Australia.

“Hampir tiap benua yang terjalin memiliki representasi di tiap-tiap negaranya. Menjamur dan semakin mudahnya pertemuan virtual dipandang sebagai opsi. Hal itu terbukti dalam berlangsungnya aktivitas mahasiswa yang double degree di UII. Sekarang tetap kita lakukan secara daring,” tutur Wiryono.

Salah satu agenda yang menyangkut khalayak banyak yakni Erasmus+ BUiLD. Agenda ini tengah tertunda sejak adanya pandemi. Relasi kerja sama yang dibangun berjangka tiga tahun dan jika tercatat tidak ada kemajuan maka akan dievaluasi ulang. “Program ini akan berakhir pada terbentuknya asosiasi yang menjadi jembatan untuk ketanggapan bencana di setiap universitas yang ada dan juga responnya,” kata Wiryono.

Terakhir bersama dengan Universitas Padjajaran, UII menyelenggarakan International Office Conference 2021. Kegiatan itu dikembangkan untuk menanggapi kebutuhan dialog di antara aktivasi internasionalisasi pendidikan tinggi yang ada di Indonesia. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here