Home News Tutup Selama PPKM Darurat, Pasar Tradisional Mendapat Keringanan Retribusi dari Pemkot Yogyakarta

Tutup Selama PPKM Darurat, Pasar Tradisional Mendapat Keringanan Retribusi dari Pemkot Yogyakarta

88
0
Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Sejumlah pasar tradisional yang tutup sementara selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta diberikan keringanan pembayaran retribusi bagi pedagang pasar tradisional hingga 75 persen selama bulan Juli 2021 ini.

Dikutip dari Portal Berita Pemerintahan Kota Yogyakarta, Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Gunawan Nugroho Utama menjelaskan, pemberian relaksasi retribusi pasar tradisional sampai 75 persen selama Juli ini. Terutama untuk pasar- pasar tradisional yang tutup karena menjual bukan kebutuhan pokok selama PPKM Darurat.

“Pemberian relaksasi retribusi pasar ini membantu meringankan para para pedagang pasar karena selama PPKM Darurat menutup lapaknya,” terang Gunawan Nugroho Utama, Kamis (15/7/2021).

Dikatakan, ada lima pasar tradisional yang tutup selama PPKM Darurat yaitu Pasar Beringharjo Barat, Pasar Klithikan Pakuncen, Pasar Tunjungsari, Pasar Ciptomulyo serta Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy).

“Kelima pasar itu tutup  karena tidak menjual kebutuhan pokok atau esensial. Misalnya Pasar Beringharjo sisi barat menjual produk fesyen, Pasar Klithikan Pakuncen menjual barang- barang bekas dan Pasar Tunjungsari, Pakel Baru merupakan pasar sepeda,” ungkapnya.

Pasar- pasar tradisional lainnya di Kota Yogyakarta, lanjut Gunawan, juga mendapatkan keringanan retribusi, meskipun tidak sebesar lima pasar yang tutup selama PPKM Darurat. Untuk pasar- pasar tradisional lainya yang menjual kebutuhan pokok diberikan relaksasi retribusi sekitar 25 persen.

“Pemberian relaksasi retribusi pasar tradisional ini mengikuti surat edaran PPKM dan tanggap darurat. Tiap ada perpanjangan, kami buat kebijakan relaksasi retribusi pasar,” ujar Gunawan.

Kebijakan keringanan retribusi pasar tradisional itu sudah diberikan sejak tahun 2020, kemudian nilai persentasenya dikurangi karena seiring kondisi pasar ramai kembali. Sementara pada bulan Januari 2021 kebijakan itu sempat tidak diberlakukan lagi, namun bulan Februari 2021 relaksasi retribusi pasar tradisional diberikan lagi karena ada kebijakan PPKM.

“Beberapa pasar tradisional buka, tapi selama pelaksanaan PPKM omzet pedagang turun. Sehingga diberikan relaksasi retribusi lagi,” imbuh Gunawan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono menambahkan, bahwa keputusan untuk menutup sementara pasar tradisional itu setelah melihat perkembangan dan kondisi di lapangan. “Penutupan pasar tradisional yang tidak menjual kebutuhan pokok atau esensial itu bisa mendukung PPKM Darurat guna mencegah penularan Covid-19 lebih optimal,” tegas Yunianto. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here