Home News Tri RW Suryoputran Gelar Malam Tirakatan dan Peresmian Balai RK

Tri RW Suryoputran Gelar Malam Tirakatan dan Peresmian Balai RK

236
0
Malam Tirakatan Tri RW Suryoputran, Jumat (16/08/2019), di halaman Balai RW Suryoputran, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Segenap warga RW 08, RW 09, RW 10 Suryoputran (Tri RW Suryoputran), Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, Jumat (16/08/2019), menggelar acara malam tirakatan, di halaman Balai RW Suryoputran, Yogyakarta. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang beberapa hari sebelumnya telah diawali berupa kegiatan aneka lomba untuk anak-anak.

Ketua Paguyuban Tri RW Suryoputran, Suharyanto, mengatakan, dalam kegiatan peringatan HUT ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia sangat mengapriasi peran pemuda Suryoputran yang telah menyelenggarakan dengan baik dan sukses. Salah satu tujuan penyelenggaraan ini ialah untuk mencetak generasi anak-anak agar memiliki rasa nasionalime yang besar dan tinggi sejak usia dini.

“Upaya tersebut sudah diperlihatkan oleh panitia, karena rentetan acara ini sebagian besar untuk lomba anak-anak. Sehingga merupakan upaya yang baik untuk menumbuh jiwa patriot yang tinggi, bertarung dalam lomba dengan sportifitas untuk menggapai kemenangan. Itulah cerminan dari para pahlawan kita yang dulu dengan berkorban jiwa raganya guna memperebutkan kemerdekaan,” ucap Suharyanto yang juga selaku Ketua RW 10 Suryoputran.

Rangkaian acara malam tirakatan oleh Tri RW Suryoputran, selain doa dan renungan mengenang jasa pahlawan dan penyerahan hadiah lomba. Juga diisi dengan pembacaan sambutan dari Walikota Yogyakarta, kesaksian sejarah Pemuda Suryoputran Era 80an dalam Pembangunan Balai RW Suryoputran (dulu Balai RK Suryoputran), Laku Mbisu Mubeng Kampung, diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan pembagian takir berisi nasi kuning lengkap dengan lauknya bagi yang hadir.

Sementara itu, dalam sesi kesaksian sejarah kiprah Pemuda Suryoputran Era 80an dalam upaya pembangunan Balai RW Suryoputran, Bono Mahendra tokoh masyarakat dan pelaku sejarah, menjelaskan, bahwa awalnya didasari oleh keinginan seluruh warga untuk mempunyai gedung balai yang lebih besar dan representative dengan letak yang cukup strategis.

“Balai RK Suryoputran yang ada sebelumnya semakin dirasa kecil dan letaknya yang berada di ujung utara kampung pun dianggap tidak setrategis, sehingga waktu itu sebagian besar warga menginginkan gedung balai yang cukup besar dengan letak yang strategis atau mudah dijangkau. Hal inilah yang menggerakakan para pemuda waktu itu, untuk berperan dalam mewujudkan pembangunan balai yang dicita-citakan oleh warga tersebut, baik dari pencarian tempat hingga pendanaan,” terang Bono Mahendra.

Sebagai tokoh masyarakat kampung yang sudah sepuh ini, mengungkapkan bagaimana kekompakan warga dan pemuda Suryoputran waktu itu dalam pembangunan balai yang harus berkreatifitas dalam pembuatan proposal dengan memasukan kajian sejarah perjuangan agar pemerintah pusat (presiden) bersedia membantu dalam pendanaan pembangunan balai Rukun Kampung (RK).

“Setelah dibentuk kepanitiaan yang sebagian besar dari unsur pemuda, maka disusunlah proposal untuk pencarian dana pembangunan ke Jakarta. Sementaran tempat calon balai yang ada ya cuma di sini dengan bidang tanah sempit di pinggir kalen (parit) yang dahulunya merupakan akses jalan para gerilyawan pejuang kemerdekaan masuk ke tengah kota. Dan setelah dikonsultasikan kepada Kraton Yogyakarta, serta diijinkan untuk dibangun gedung balai, kemudian baru melangkah mencari dana,” jelas Bono.

Gedung Balai RW Suryoputran yang awalnya bernama Balai RK Pancamarga Suryoputran meskipun bentuknya sederhana berupa Limasan bangunan khas Jawa, ternyata sarat sejarah dan sarat makna perjuangan pemuda dalam pembangunannya. Gedung balai itu menjadi istimewa karena satu-satunya sebuah balai RK yang diresmikan oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam VIII, tepatnya tanggal 12 Februari 1981 seperti yang tertulis pada prasasti peresmian.

“Gedung ini sarat sejarah, selain terkait pejuang kemerdekaan RI. Juga pernah menjadi kantor kelurahan Panembahan, pertama kali dibentuknya institusi kelurahan oleh pemerintah. Serta pernah menjadi sekolah TK Mawar cikal bakal TK Negeri 3 Yogyakarta. Setelah direhab atas bantuan Kraton Yogyakarta, kedepan gedung akan difungsikan kembali sebagai tempat kegiatan RK lembaga baru bentukan Pemkot Yogyakarta,” imbuh H Bandrio Utomo selaku Ketua RK Suryoputran. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here