Home Seni Budaya Tren Pemakaian Masker Menjadi Bagian dari Fesyen dan Koleksi

Tren Pemakaian Masker Menjadi Bagian dari Fesyen dan Koleksi

1005
0
Pemakaian masker selain untuk kesehatan juga sebagai bagian dari fesyen yang disesuaikan dengan busana. Masker karya dari M.Ay.T. Ayu Hadinugroho, SPsi. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran pandemik COVID-19 selain menekankan kebijakan penerapan hindari kerumunan (social distancing) atau jaga jarak (physical distancing) dan apabila tidak ada kepentingan yang mendesak agar tetap di rumah saja. Jika terpaksanya keluar rumah, warga masyarakat diwajibkan memakai masker dan selalu cuci tangan.

Masker sebagai penutup hidung dan mulut guna menghindari paparan dorplet yang mengandung virus kini telah menjadikan kebutuhan. Perkembangan bentuk masker yang bermula dari masker medis dengan bentuk cukup sederhana, berwarna hijau muda atau putih kini berkembang mengikuti selera dan fashionable.

M.Ay.T. Ayu Hadinugroho, SPsi (kanan) dengan seorang mempelai pengantin wanita yang memakai busana lengkap dengan masker hasil kreasinya. (Foto: Istimewa)

Bentuk tampilan masker jadi bermacam-macam diantaranya, bercorak batik, sibori, lurik, gambar kartun, bahkan ada tampilan masker humor yang pemakainya seakan tidak bermasker karena tampilan gambar berupa mulut menganga lengkap dengan gambar kumis.

Pembuatan masker kain kini menjadi peluang bisnis baru, dari sekala pabrikan dengan mesin potong moderen hingga produk rumah tangga, dari serius untuk usaha hingga sekadar pengisi kegiatan saat di rumah saja (stay at home). Seperti yang dilakukan Ketua DPC Tiara Kusuma Sleman dan Sekretaris DPD Persatuan Ahli Kencantikan dan Pengusaha Salon Indonesia, M.Ay.T. Ayu Hadinugroho, SPsi, bahwa untuk menyikapi imbauan stay at home oleh pemerintah hendaknya kita tetap bisa melakukan kegiatan yang kreatif.

Kreasi masker karya M.Ay.T. Ayu Hadinugroho, SPsi dengan pernik-pernik kemasan. (Foto: Istimewa)

“Ide pembuatan masker kreasi ini berawal sebelum Ramadan, ada beberapa event wedding ijab saja. Karena semua perhelatan resepsi pernikahan diundur menunggu suasana kondusif dari wabah Corona. Untuk tetap mentaati protokoler kesehatan lawan Corona dan supaya mempelai tetap tampil cantik dan menawan namun juga aman dari virus, maka muculah ide membuat masker pengantin yang sesuai setandar kesehatan,” ungkap Ayu Hadinugroho, Senin (18/5/2020).

Pemilik usaha wedding organizer (WO) yang akrab disapa mbak Ayu ini menambahkan, bahwa masker yang dibuat menyesuaikan warna dan motif baju pengantin. “Selama bulan Ramadan kegiatan pengisi stay at home tetap dilaksanakan dan kegiatan kerja dari rumah harus berjalan supaya karyawan tidak PHK,” ujarnya.

Masker Ayu karya M.Ay.T. Ayu Hadinugroho, SPsi. (Foto: Istimewa)

Menurut Ayu, setelah bulan Ramadan ini masih ada beberapa pasangan calon pengantin yang akan melaksanakan ijab qobul. Apabila melihat ke depan masker menjadi wajib dikenakan saat beraktifitas. “Sehingga dengan masker Ayu bisa tetap tampil ayu, cantik, nyaman dan aman,” pungkas Ayu setengah berpromosi.

Hal serupa juga dilakukan oleh Mbah Djan atau nama lengkapnya Ngatidjan yang berprofesi sebagai penjahit surjan. Laki-laki sepuh yang menggeluti profesinya sebagai penjahit surjan sejak tahun 1960 ini dalam mengisi kekosongan pekerjaan menjahit akibat pandemic COVID-19 berkreasi membuat masker berbahan kain lurik dari sisa-sisa potongan membuat surjan.

“Ternyata hasilnya lumayan disamping bisa sebagai kegiatan saat sepi jahitan surjan. Semoga pageblug virus Corona ini cepat hilang dan yang pesan jahitan surjan datang kembali,” kata Mbah Djan. di sela-sela kegiatan menjahit masker saat ditemui Bernasnews.com, Minggu (17/5/2020), di rumah kediamannya di wilayah Njeron Beteng Kraton Yogyakarta, tepatnya Jalan Pesindenan, Yogyakarta.

Berdasar pemantauan Bernasnews.com, masker bagi masyarakat selain berguna untuk memenuhi protokoler kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah, keberadaan masker kini juga telah menjadi bagian dari fesyen atau mode, koleksi beberapa masker khususnya yang unik menjadikan hobi baru bagi anak remaja generasi milenia. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here