Tuesday, June 28, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsTradisi Menulis di Jogja Sejak Abad ke-12, Satupena DIY Dikukuhkan

Tradisi Menulis di Jogja Sejak Abad ke-12, Satupena DIY Dikukuhkan

bernasnews.com — Tradisi tulis menulis di Yogyakarta sudah berjejak sejak abad ke-12. “Bersama, sekecil apapun, kita memperkaya Daerah Istimewa Yogyakarta dengan keindahan literasi,” kata Ketua Umum Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) Denny JA dalam sambutan tertulis Pengukuhan dan Deklarasi Satupena DIY yang dibacakan Hazwan IJ di Ndalem Pakuningratan Pendopo Asdrafi, Sompilan, Kraton, Yogyakarta, Minggu (15/5/2022).

Acara yang semarak dan penuh semangat ini dihadiri puluhan anggota, baik penulis senior maupun calon penulis. Sambil mendengarkan alunan life musik, makan malam bersama, para penulis berbagai elemen ini akrab berbincang satu sama lain.

Ketua Satupena Provinsi Jawa dan Madura Dhenok Kristianti dalam pengukuhan pengurus Satupena DIY mengatakan, sebagai warga DIY tentu kita berbesar hati atas Indeks Literasi DIY yang tertinggi di Indonesia menurut rilis Kominfo RI. Paling tidak hal ini memacu semangat kita untuk terus meningkatkan budaya literasi di Indonesia. “Dari DIY kita mulai!” kata penulis produktif ini.

Susunan pengurus Satupena DIY yang dilantik adalah : Penasehat : Mustofa W. Hasyim, Dr Drs Nur Iswantara, M.Hum. Ketua : Dhenok Kristianti. Wakil ketua : Achmad Charris Zubair, M.Hum., Sutirman Eka Ardhana. Sekretaris : Ana Ratri Wahyuni, Tri Wahyuni. Bendahara : Rahmawati Ari Wulandari.

Kepengurusan dilengkapi divisi program dan kerjasama, divisi usaha, serta divisi organisasi dan keanggotaan.
Acara ini dimeriahkan dengan peluncuran dan diskusi buku karya anggota Satupena DIY. Narasumber diskusi Achmad Charris Zubair dengan moderator KRT Agus Istijanto. (mar).

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments