Home News TPST Piyungan Tutup Tiga Hari

TPST Piyungan Tutup Tiga Hari

265
0
Kondisi TPST Piyungan. (Foto: KTJ)

BERNASNEWS.COM – Tempat pembuangan sampah terakhir (TPST) Piyungan untuk sementara ditutup oleh pengelola. Penutupan tersebut diduga karena jumlah sampah yang sudah lebih banyak dibandingkan dengan kapasitas yang harusnya ditampung oleh TPST tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yogyakarta, Suyana juga membenarkan jika tempat pembuangan sampah dari 3 kabupaten tersebut ditutup sementara selama 3 hari. Informasi yang didapat pun sifatnya sangat mendadak sehingga tidak ada persiapan sama sekali yang dilakukan oleh lembaganya.

Ia justru mendapatkan laporan tersebut dari anak buahnya yang mengatakan jika armada armada pengangkut sampah dihalau kembali ke kota Yogyakarta dan tidak diperkenankan untuk membuang sampah di TPST tersebut. Namun untuk armada armada pengangkut sampah yang datangnya lebih pagi sudah diperkenankan untuk membuang sampahnya.

“Informasi yang saya dapat alat berat yang digunakan untuk meratakan sampah mengalami kerusakan,” ungkapnya, Rabu (8/4/2020).

Menurut informasi yang ia peroleh kondisi alat berat tersebut Sebenarnya masih bisa beroperasi meskipun mengalami kerusakan. Jika alat berat tersebut dipaksakan untuk tetap bekerja maka kerusakannya akan bertambah parah sehingga diputuskan untuk menghentikan operasionalnya.

Media ini lantas berusaha mengkonfirmasi kondisi lapangan dari warga sekitar. Maryanto salah seorang warga padukuhan Banyakan mengungkapkan kondisi sampah di TPST tersebut sudah cukup overload. Di mana Dermaga dermaga yang digunakan untuk tempat membuang sampah dari truk truk hanya satu yang bisa difungsikan.

“Yang membahayakan itu dermaganya hanya satu sehingga antrian ternyata cukup panjang. Alat beratnya pun hanya 1 yang beroperasi,” paparnya.

Sebelumnya staf Administrasi TPST Piyungan, Sumarwan mengakui jika hujan yang terus mengguyur kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta DIY secara umum memang sedikit mempengaruhi operasional dari tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan di Kabupaten Bantul. Puluhan Armada pengangkut sampah terpaksa harus antre untuk membuang sampah di TPST ini.

Menurutnya, terjadinya antrean dari armada yang ingin membuang sampah di TPST Piyungan ini bukan karena minimnya excavator yang beroperasi. Namun karena kondisi di TPSTlah yang membuat antrian cukup panjang dari masing-masing Armada untuk membuang sampah ke TPST Piyungan.

Ia menyebutkan bukan persoalan excavator yang beroperasi hanya 1 unit saja. Namun antrian tersebut lebih disebabkan karena kondisi di TPST Piyungan cenderung becek akibat hujan yang terus terjadi beberapa hari terakhir ini.

“Jika para sopir Armada pengangkut sampah tersebut nekat maka dikhawatirkan akan terperosok. Jadi bukan karena minimnya excavator yang beroperasi. Tetapi lebih karena kondisi medan saja,” paparnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here