Home News Gubernur DIY Resmikan Gedung Borromeus RS Panti Rapih

Gubernur DIY Resmikan Gedung Borromeus RS Panti Rapih

1787
0
Gedung Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih yang diresmikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Ayusandra
Gedung Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sabtu (29/6/2019). Foto: Ayusandra

BERNASNEWS.COM – Guna memberikan pelayanan rawat jalan yang lebih baik untuk masyarakat, Rumah Sakit Panti Rapih meresmikan Gedung Borromeus. Rencananya, seluruh instalasi rawat jalan akan menjadi satu dan terpusat di Gedung Borromeus ini.

Rupanya, pembangunan Gedung Borromeus didasari oleh 2 hal. Pertama adalah untuk mengatasi kantung parkir yang dirasa kurang dan yang kedua adalah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada para pasien yang datang ke Rumah Sakit Panti Rapih.

“Harapannya dengan adanya gedung ini kerja sama tim jadi lebih baik karena untuk koordinasi jadi lebih dekat di 1 gedung,” ujar Direktur Utama Rumah Sakit Panti Rapih, Teddy Janong, Sabtu (29/6/2019).

Dalam peresmian gedung tersebut, hadir pula Gubernur D.I.Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Orang nomor satu di Yogyakarta ini berharap kualitas pelayanan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Panti Rapih bisa menjadi lebih baik.

Menurutnya, teknologi bukan menjadi dalih bagi masyarakat untuk berobat di luar negeri sekarang ini. Pasalnya, teknologi kesehatan di rumah sakit domestik pun tak kalah canggih dengan yang ada di luar negeri.

“Bukan lagi teknologi kesehatan yang perlu dibenahi, tetapi lebih kepada kerja tim dalam semua komunitas dokter, paramedis, dan penunjang medis,” ujar Sultan HB X.

Menurutnya, secara individual dokter spesialis di Indonesia tidak perlu diragukan kualitasnya lagi. Kurangnya komunikasi adalah penyebab pasien indonesia cenderung lebih percaya pada rumah sakit di Malaysia atau Singapura.

Berbekal dengan akreditasi paripurna bintang 5 di Rumah Sakit Panti Rapih, ia berharap warga tidak perlu lagi berobat di luar negeri. Apalagi dengan beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA), diharapkan rumah sakit di Yogyakarta mampu mengimbanginya.

“Untuk mencapai Indonesia sehat (tahun) 2020 diperlukan perilaku sehat dan mampu jangkau pelayanan kesehatan. Dengan adanya BPJS, diharapkan derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat,” katanya. (adh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here