Home News Tingkatkan Kesejahteraan SDM, Kementan Dorong Pelaku Pertanian Kuasai Teknologi

Tingkatkan Kesejahteraan SDM, Kementan Dorong Pelaku Pertanian Kuasai Teknologi

547
0
Kepala Bada Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono. Foto: Ayusandra.

BERNASNEWS.COM – Perkembangan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi kinerja hampir di semua sektor, tidak terkecuali pertanian. Oleh karenanya, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mendorong pelaku pertanian untuk menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Harapannya hal ini dapat meningkatkan mutu SDM pelaku pertanian serta meningkatkan kedaulatan pertanian.

Momon Rusmono, kepala BPPSDMP, mengatakan bahwa kedaulatan pangan dan kesejahteraan SDM pertanian menjadi hal yang penting untuk diperjuangkan. Kedaulatan pertanian tidak akan memberikan dampak apapun jika para petani tidak sejahtera.

Salah satu mimpi Kementerian Pertanian adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Namun, hal ini tidak akan terwujud tanpa adanya partisipasi aktif dari pelaku pertanian seperti para petani dan pelaku usaha tani.

“Karena sehebat apapun programnya, kalau SDM tidak siap ya sulit terwujud,” ungkap Momon saat membuka acara Bimbingan Teknis Penyuluhan Pertanian dalam Mendukung Gerakan Membangun Korporasi Petani dan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes, Minggu (14/7/2019).

Momon menyampaikan 3 poin penting guna menyiapkan SDM untuk memperoleh kesejahteraan. Salah satu poin yang digaris bawahi oleh Momon yaitu soal penguasaan teknologi oleh pelaku pertanian.

Menurutnya, teknologi berkembang dengan pesat dan merambah ke semua sektor terutama pertanian. Oleh karena itu menurut Momon teknologi harus dimanfaatkan secara maksimal agar membawa dampak yang signifikan di bidang pertanian. Sebagai contoh bahwa teknologi membantu para petani saat mengalami masalah serangan hama. Jika seorang petani mengalami serangan hama pukul 8 pagi, dengan adanya teknologi seharusnya sudah teratasi jam 10.

Saat ini bahkan sedang dikembangkan traktor autopilot yang diharapkan akan membuat pekerjaan lebih efektif dan efisien di masa depan. Temuan tersebut tidak akan berdampak jika pelaku pertanian tidak menguasai teknologi dengan baik.

“Perkembangan IT begitu pesat. Saya mewajibkan penyuluh menguasai teknologi dan informasi” tegas Momon. (bfn/adh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here