Home News Tingginya Permintaan Plasma Konvalesen, PMI Kota Yogyakarta Tambah Mesin Pemroses Plasma Konvalesen

Tingginya Permintaan Plasma Konvalesen, PMI Kota Yogyakarta Tambah Mesin Pemroses Plasma Konvalesen

164
0
Wakil Walikota sekaligus Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, MA. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta berencana menambah hingga 5 mesin plasma konvalesen. Hal itu terkait tingginya permintaan plasma konvalesen dan tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Yogyakarta.

Pengurus Harian PMI Kota Yogyakarta Lilik Kurniawan mengungkapkan dalam sehari PMI Kota Yogyakarta menerima puluhan permintaan plasma konvalesen. Seperti telah diketahui, plasma konvalesen merupakan proses daripada darah seseorang yang pernah terkonfirmasi Covid-19.

“Saat ini PMI Kota Yogyakarta rata-rata baru bisa memproduksi sekitar 11 hingga 13 kantong plasma dalam sehari. Penambahan mesin plasma konvalesen untuk memenuhi permintaan yang meningkat,” ungkap Lilik, seperti dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (3/8/2021).

Dikatakan, proses donor plasma konvalesen membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Bagi calon pendonor diutamakan adalah laki-laki yang memiliki berat badan minimal 55 Kg. “Diutamakan calon pendonor adalah laki-laki berusia 18 – 60 tahun dengan berat badan minimal 55 kg, jika perempuan belum pernah hamil atau melahirkan,” terang Lilik.

Sementara di tempat terpisah, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, semakin banyak masyarakat yang memberi perhatian dan tahu tentang donor plasma konvalesen dan diharapkan semakin banyak penyintas yang bersedia menjadi pendonor.

“Kami akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait donor plasma konvalesen. Metode penyembuhan ini diharapkan bisa menumbuhkan semangat bagi para penyintas,” ucap Heroe Poerwadi.

Bisa menjadi pendonor, imbuh Heroe, tentu juga bisa memberikan arti lebih bagi para penyintas. “Meskipun pernah terkena Covid-19, mereka masih bisa berkontribusi atau berbuat baik untuk orang lain,” ujarnya.

Melihat tingginya angka kesembuhan tersebut, pihaknya tak henti-hentinnya menghimbau warga masyarakat yang telah sembuh dari Covid-19 untuk mendonorkan plasma darahnya guna membantu kesembuhan para pasien Covid-19 lainnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here