Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsTim PSE UMKM Paroki Sedayu Bangun Jejaring

Tim PSE UMKM Paroki Sedayu Bangun Jejaring

bernasnews.com – Tim Pengembangan Sosial Ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PSE UMKM) Paroki Santa Theresia Sedayu, Bantul, Yogyakarta menggelar Temu UMKM se-Paroki Sedayu, di aula gereja setempat, Minggu (15/5/2022). Temu UMKM ini bertujuan untuk membangun jejaring, membangun paguyuban, dan menjalankan pembinaan sesama pelaku usaha produsen UMKM yang ada di wilayah Paroki Sedayu.

Kepala Paroki Santa Theresia Sedayu Romo Antonius Hadi Cahyono mengemukakan, situasi di era pandemi ini memang merefleksikan banyak hal. Dia percaya, di era pascapandemi ini kita dapat tumbuh bersama dalam kebersamaan

“Ke depannya UMKM yang ada di paroki ini sungguh dapat bangkit, bergerak dan tidak terlena dengan situasi yang sulit, tetapi dapat bekerja dan berkarya. Umat senantiasa saling mendukung satu sama lain,” kata Romo Hadi Cahyono sebagaimana dikutip Ketua Komsos Paroki Santa Theresia Sedayu Kusprihantoro kepada bernasnews.com melalui whatsApp, Selasa (17/5).

Pada kesempatan itu, Koordinator Tim PSE UMKM Bernadictus Priyanto menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih kepada semua peserta UMKM. Animo umat ternyata cukup antusias, dari target 50-60 peserta dapat mencapai 80-an peserta. Produsen yang mengikuti temu UMKM ini terdiri dari beberapa jenis produsen, antara lain 50% kuliner, 20% craft/kerajinan, dan sisanya fashion, danlaion-lain.

“Pelaku usaha itu rata-rata punya kelemahan di bidang manajemen, keuangan, dan akses modal. Maka, ke depan kita akan melakukan pembinaan supaya usaha mereka dapat bertumbuh dengan sehat dan pesat,” kata Bernard.

Dia menambahkan bahwa di bidang PSE nanti akan mempunyai banyak unit usaha yang diarahkan untuk produktif menghasilkan profit guna membiayai kegiatan UMKM. Jadi, ketika nanti ada agenda kegiatan bazar atau pameran, pelaku usaha tidak perlu membayar, tetapi PSE yang akan membiayai. Salah satu unit usaha tersebut adalah mengembangkan pengelolaan sampah. Dengan demikian, pelaku usaha diwajibkan setor sampah, kemudian dikelola di PSE supaya berdayaguna dan menghasilkan pemasukan.

Bernard mengatakan, terkait dengan penjualan yang akan dilakukan secara offline yaitu lapak harian dan bulanan serta secara online dengan aplikasi Pepayu. Semua pelaku usaha yang dapat tampil di pasar online akan didukung sehingga minimal dapat tampil di area Paroki Sedayu dan bisa dikenal di luar Paroki Sedayu.

Menurut Kusprihantoro, temu UMKM ini selain dihadiri oleh Romo Antonius Hadi Cahyono, Pr., juga Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan FX. Supriyono, dan Robertus Junaidi selaku narasumber terkait dengan pengelolaan sampah.

“Robertus Junaidi merupakan tokoh pemerhati lingkungan. Dia pernah dianugerahi Kalpataru oleh Pemerintah RI terkait dengan kepeduliannya dalam pengelolaan sampah. Di tangan Pak Junaidi, sampah menjadi berkah,” kata dia. (*/mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments