Monday, August 8, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsTim Hukum Semiono Bantah Berita Hoaks yang Disebarkan Pihak Tertentu

Tim Hukum Semiono Bantah Berita Hoaks yang Disebarkan Pihak Tertentu

BERNASNEWS.COM – Tim Hukum Pemenangan H Semiono, salah satu Calon Lurah Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman yang akan maju dalam Pilkades, 20 Desember 2020, dengan tegas membantah berita hoaks yang disebarkan relawan salah satu calon Lurah Desa Purwomartani lainnya.

Selebaran yang beredar secara masif dengan mencantumkan foto calon Lurah Desa yang didukung relawan penyebar hoaks tersebut dinilai sebagai bentuk kampanye hitam (black campaig) untuk menjatuhkan nama baik H Semiono.

Karena itu, Tim Hukum Pemenangan H Semiono telah melayangkan somasi kepada penyebar hoaks tersebut, Senin (14/12/2020) dan diberi batas waktu hingga Selasa (15/12/2020) pukull 12.00 WIB untuk menanggapi somasi tersebut. Dan ternyata hingga batas waktu yang ditentukan somasi tidak ditanggapi maka Tim Hukum Pemenangan Semiono akan melaporkan masalah tersebut kepada polisi dengan tuduhan mencemarkan nama baik/fitnah dan melanggar UU ITE tentang penyebaran berita bohong/hoaks.

H Semiono. Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Adnan Pambudi SH MH, Kuasa Hukum Semiono dari Kantor Hukum Adnan and Associates, kepada wartawan Selasa (15/12/20202), mengatakan, dalam selebaran itu disebutkan bahwa salah satu Calon Lurah terlibat kecurangan pembagian warisan atas warga Dusun Bayen sehingga korban tidak mendapat hak waris dan perkara tersbut sudah masuk ke Pengadilan Negeri Sleman.

Terhadap tuduhan itu, Adnan Pambudi yang didampingi H Semiono dan sejumlah tim sukses dengan tegas membantahnya. Sebab, setelah dicek dengan teliti ternyata perkara tersebut merupakan perkara gugatan waris antara anak kandung yang menggugat ibu kandung dan saudara-saudaranya.

Dengan demikian, menurut Adnan Pambudi, tidak ada hubungan keterlibatan apalagi kecurangan seperti yang dituduhkan penyebar hoaks, dengan salah satu calon Lurah Desa Purwomartani. “Informasi hoaks yang disebarkan itu sungguh keliru dan tidak berdasarkan fakta hukum, hanya dibuat untuk menjatuhkan nama baik seseorang,” kata Adnan Pambudi.

Adnan Pamudi SH MH (kanan) dan H Semiono (kiri). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Faktanya, menurut Adnan Pambudi, H Semiono yang saat itu menjadi Pejabat Lurah Desa Purwomartani telah menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik, yaitu memfasiltasi mediasi masalah pembagian warisan sesuai permintaan dari ahli waris. Dan setelah dicapai mufakat maka sesuai wewenang dan tanggungjawab H Semiono sebagai Pejabat Lurah Desa untuk mengetahui isi dari pernyataan yang dibuat oleh ahli waris.

Adnan Pambudi maupun H Semiono pun merasa ikut prihatin sekaligus berharap agar perkara anak kandung yang menggugat ibu kandung dan saudaranya sendiri itu segera selesai dengan damai serta para pihak bisa rukun dan berdamai.

Adnan Pambudi maupun Semiono justru menyayangkan jika ada calon lain yang justru mendampingi kasus tersebut tetapi tidak untuk mendamaikan dan mengatasi masalah tersebut. “Padahal orang yang mendampingi tersebut tidak punya kewenangan apapun untuk mendampingi karena bukan sebagai kuasa hukum, bahkan tidak ada sangkut paut keluarga dengan para ahli waris,” kata Adnan Pambudi.

Sementara terkait tuduhan penyerobotan tanah milik warga Turusan Temanggal 2, yang dalam selebaran itu disebutkan bahwa aparat kelurahan dan kecamatan terlibat di dalamnya, Adnan Pambudi juga dengan tegas membantah. Sebab, setelah dicermati sesuai lokasi foto tanah, tanah yang dimaksud sama sekali tidak ada masalah dan tidak ada sangkut pautnya dengan H Semiono.

“Terlebih status H Semiono saat ini adalah warga biasa yang sedang mencalonkan diri menjadi Lurah Desa Purwomartani sehingga tidak mempunyai kewenangan dan kapasitas apa pun dalam pemerintahan,” kata Adnan Pambudi.

Karena itu, menurut Adnan Pambudi, semua tuduhan dan informasi-informasi dalam selebaran tersebut merupakan informasi hoaks yang disebar untuk menjatuhkan nama baik H Semiono. Karena itu, Tim Hukum Pemenangan H Semiono akan mengambil langkah-langah hukum lebih lanjut, baik pidana maupun perdata. Sebab, informasi hoaks tersebut telah merugikan dan menimbulkan keresahan warga Purwomartani menjelang Pilkades, 20 Desember 2020.

“Kami menghimbau masyarakat yang mendapat informasi tersebut agar mengabaikan dan tidak perlu menanggapinya. Dan jika kurang jelas dan ingin mengetahui apakah informasi tersebut benar atau tidak, silahkan menanyakan langsung ke kantor/instansi pemerintah terkait,” kata Adnan Pambudi. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments