Home Pendidikan Tiga Manfaat Minyak Atsiri yang Dibutuhkan Indonesia dan Dunia

Tiga Manfaat Minyak Atsiri yang Dibutuhkan Indonesia dan Dunia

244
0
Prof Riyanto (kananatas) saat memberikan sambutan pada Webinar bertajuk Genggam Dunia dengan Kimia, Sabtu (30/1/2021). Foto: zoomscreenshoot/heri purwata)

BERNASNEWS.COM – Minyak atsiri menjadi konsentrasi Program Studi (Prodi) Magister Kimia FMIPA UII sebagai unggulan untuk dikembangkan. Sebab, minyak atsiri sangat dibutuhkan Indonesia dan dunia. Yang bisa dikembangkan dari minyak atsiri yakni sebagai material untuk energi dan lingkungan, bahan alam untuk pangan dan kesehatan serta untuk kecantikan.

Hal itu disampaikan Prof Riyanto SPd MSi PhD,Dekan FMIPA UII, pada Webinar Magister Kimia yangmengusung tema Genggam Dunia dengan Kimia , Sabtu (30/1/2021). Webinar menampilkan pembicara Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Kimia Allwar PhD dan Dr Khoirul Himmi Setiawan MAgr, peneliti pada Pusat Penelitian Biomaterial, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang juga alumni Kimia UII.

Menurut Prof Riyanto, pemilihan konsentrasi minyak atsiri merupakan unggulan UII sejak Program Studi S1. Sebab, konsentrasi tersebut menjadi kebutuhan bangsa Indonesia dan dunia. Kebutuhan pertama untuk energi terbarukan, kemudian untuk pangan dan kesehatan serta untuk kecantikan. “Saya yakin, minyak atisiri ke depan akan menjadi tren yang sangat menjanjikan untuk kecantikan,” kata Prof Riyanto.

Dikatakan, Prodi Magister Kimia FMIPA UII sudah berusia dua tahun. Namun, meski masih berusia belia, Prodi Magister Kimia UII memiliki perbedaan dengan magister Kimia di ITB, UGM dan UI maupun perguruan tinggi besar lainnya.

Menurut Prof Riyanto, di perguruan besar lainnya ada pengelompokan kimia organik, analitik, fisik dan lain-lain. Namun, di Prodi Magister Kimia UII tidak ada lagi. “Semua dilebur menjadi satu dan kami pilih menjadi tiga konstentrasi utama yaituminyak atsiri (essential oil) dan produk-produk unggulan minyak atsiri, material untuk energi dan lingkungan serta bahan alam untuk pangan dan kesehatan,” kata Prof Riyanto.

Untuk konsentrasi tersebut, menurut Prof Riyanto, Prodi Magister Kimia UII suah memiliki dosen yang kompeten di bidang tersebut. Selain itu, memiliki peralatan laboratorium yang mendukung tiga konsentrasi tersebut. “Kami yakin akan bisa mengantarkan lulusan menjadi peneliti, dosen, guru, tenaga kesehatan, ahli kecantikan dan lain-lain,” kata Prof Riyanto.

Salah satu angkatan pertama Prodi Magister Kimia UII adalah mahasiswa dari Fakultas Kedokteran. “Mungkin karena konsentrasi ini sangat pas bagi mahasiswa yang akan menggeluti bidang skin care,” katanya.

Menurut Prof Riyanto, kuliah di Magister Kimia UII menggunakan sistem full online, yakni mahasiswa tidak perlu datang ke Kampus UII tapi kuliah dilaksanakan dari rumah secara daring (dalam jaringan). Sehingga mereka yang berasal dari berbagai kota dan pulau, tidak perlu datang ke Yogyakarta untuk kuliah. Namun, bila hendak menyusun thesis harus datang langsung ke laboratorium terpadu FMIPA UII untuk melakukan penelitian.

“Saya kira inu kemudahan yang harus dimanfaatkan. Tidak perlu datang ke Yogyakarta untuk mencari kos dan meninggalkan pekerjaan, tapi teman-teman tetap bisa bekerja di instansi masing-masing, kuliah sesuai jamnya. Kalau Senin-Jumat kerja, ya kuliahnya pada hari Sabtu,” kata Riyanto.

Sementara Allwar mengatakan, penerimaan mahasiswa baru Prodi Magister Kimia UII masih dibuka hingga 5 Maret 2021. Prodi Magister Kimia UII dibuka karena memiliki pengalaman pada Prodi S1 Kimia FMIPA UII yang telah mendapatkan akreditasi Unggul dari Kemenristek Dikti. Bahkan sudah terakreditasi internasional oleh Royal Society Chemistry (RSC).

Saat ini, menurut Allwar, Prodi Magister Kimia FMIPA UII telah memiliki tiga guru besar yakni Prof Riyanto, Prof Is Fatimah dan Prof Dr rer nat Ir Agus Taftazani. Sementara semua dosen lainnya sudah bergelar doktor.

“Ada empat skenario belajar Kimia, yakni ilmu kimia dapat melindungi dunia, ilmu kimia dapat melindungi lingkungan dari pencemaran, ilmu kimia banyak berhubungan dengan banyak ilmu pengetahuan. Kolaborasinya sangat erat. Dan dunia akan hancur tanpa ilmu kimia serta ilmu kimia sangat dibutuhkan industri,” kata Allwar. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here