Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsTetap Semangat Mengajar di Masa Pandemi

Tetap Semangat Mengajar di Masa Pandemi

bernasnews.com ‐ Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Katolik Tingkat Sekolah Dasar Kota Semarang mengadakan pembinaan iman. Kegiatan dilaksanakan di Gua Maria Ratu Perdamaian Sendang Jatiningsih, Jitar Kulon, Sumberarum, Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta  (Selasa, 6/4). Peserta rekoleksi berjumlah 47 guru terdiri dari guru Pendidikan Agama Katolik Kementerian Agama Kota Semarang, guru Dinas Pendidikan Kota Semarang, Guru  Tidak Tetap, dan guru yayasan swasta dan nasional/

Ignatius Wawan Indaryanto, SS. MSi (Penyelenggara Katolik Kankemenag Kota Semarang)  menyampaikan pengantar dan sambutan. “Kegiatan ini merupakan sarana menjalin kebersamaan antar para guru, peneguhan serta bagian pengembangan profesi bagi para guru. Inilah dukungan yang dapat kami berikan kepada guru terdiri dari guru Pendidikan Agama Katolik Kementerian Agama Kota Semarang,”  kata Ignatius Wawan Indaryanto.

Pastor Gregorius Prima Dedy Saputro, Pr (Pastor Gereja Paroki St. Petrus & Paulus Klepu, Sleman) menyampaikan renungan dengan tema Talenta, Kasih dan Kisah Kasih. Pastor Dedy mengajak para guru untuk merenungkan Perumpamaan tentang Talenta (Matius 25:14-30). “Talenta adalah ukuran berat emas. Satu talenta sama dengan 25-30 kg emas murni/gaji selama 2 tahu pekerja. Dengan demuikian, talenta adalah sesuatu yang sangat berharga dan sangat tak ternilai harganya. Sang tuan memberikan talenta dengan cuma-cuma,” jelas Pastor Dedy.

“Dalam konteks iman kristiani, talenta (sesuatu yang sangat berharga) adalah kasih,” lanjut Pastor Dedy. Pada akhir renungan, para guru diajak untuk membangun harapan bahwa para guru memiliki kesadaran dikasihi, menyadari talenta yang dimiliki dan berjuang untuk mengobarkan api semangat kepada semakin banyak orang.

Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Katolik Tingkat Sekolah Dasar Kota Semarang mengikuti pembinaan iman. Foto: istimewa

CB. Ismulyadi, SS MHum (Penyelenggara Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman)  mengajak para guru untuk melihat kembali perjalanan panggilan tugas dan karya sebagai seorang guru Pendidikan Agama Katolik. “Apakah ada dari antara Bapak dan Ibu yang sejak awal bercita-cita menjadi guru Pendidikan Agama Katolik?” tanya CB. Ismulyadi. Lebih lanjut, CB. Ismulyadi mengajak para guru untuk mencermati situasi pandemi dan pengaruhnya dalam pelaksanaan tugas, baik selama model Pembelajaran Tatap Muka, Pembelajaran Jarak Jauh serta ketika para guru  harus mempersiapkan materi pelajaran melalui piranti teknologi komunikasi.

“Kegiatan seperti ini sangat menarik. Kami antar guru dapat semakin akrab dan mendapat kesempatan untuk menyadari talenta yang kami miliki serta berani mensyukuri sekaligus membagikannya kepada semua orang, terutama para murid.” Martin (Guru Pendidikan Agama Katolik di SDN Candi, Semarang).***

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments