Home Pendidikan Terungkap, 2.000 Lebih Benda Terkait Raffles Tersimpan di Museum Inggris

Terungkap, 2.000 Lebih Benda Terkait Raffles Tersimpan di Museum Inggris

149
0
Narasumber dan sebagian peserta seminar internasional museum yang digelar Barahmus (Badan Musyawarah Musea) DIY dalam rangkaian Festival Museum Yogyakarta 2021, Kamis (12/8/2021). Foto: Bambang Widodo

BERNASNEWS.COM – Banyak benda bersejarah Indonesia yang tersebar di berbagai museum besar di berbagai negara di dunia. Di Museum Inggris, misalnya, tersimpan lebih dari 2.000 benda yang terkait dengan Raffles.

Sebagian besar atau hampir 1.500 benda tersebut berasal dari Pulau Jawa yang dikumpulkan selama masa peralihan Inggris ketika Raffles menjadi Letnan Gubernur dari tahun 1811 hingga 1816. Sementara 500 lainnya berupa koin Cina yang ditemukan di Jawa.

Hal itu diungkapkan Alexandra Green dari Museum Inggris dalam seminar internasional yang digelar Barahmus (Badan Musyawarah Musea) DIY dalam rangkaian Festival Museum Yogyakarta 2021, Kamis (12/8/2021).

Selain Alexandra Green, tampil sebagai narasumber dalam seminar yang diikuti lebih dari 700 peserta itu, Carol Cains dari National Gallery of Australia di Canberra, Yilan Wang dari National Silk Museum China, Francine Brinkgreve dari Museum Volkenkunde Belanda dan Ruth Barnes dari Yale University Art Gallery Amerika. Mereka berasal dari berbagai museum di dunia.

Menurut Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo SPd MPd dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Jumat (13/8/2021), mewakili museum di Indonesia, hadir juga Dahlia Kusuma Dewi, Kepala UPT Museum Konperensi Asia-Afrika; Sri Hartini, Direktur Museum Perkebunan Indonesia dan Cyntia Handy, Direktur Museum Gubug Wayang. Seminar yang dibuka oleh Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kemendikbud Ristek ini., dipandu moderator Daniel Haryodiningrat dari Barahmus DIY.

Menurut Bambang Widodo, selain membahas berbagai koleksi benda bersejarah Indonesia di berbagai museum besar tersebut juga diangkat topik-topik menarik lainnya seperti bagaimana evolusi museum untuk menghadapi  perubahan di masa mendatang, namun tetap menjaga ciri khas karakternya.

Seminar online yang diikuti dengan antusias oleh lebih dari 700 peserta pecinta museum di berbagai kota di Indonesia ini juga sempat mengungkap kemungkinan-kemungkinan untuk mengembangkan kerjasama baru.

“Di sini saya berharap dapat mengembangkan kerjasama baru dan sharing mengenai sebagian kecil dari koleksi Indonesia di Galeri Nasional Australia dengan Anda hari ini,” kata Carol Cains.

Rangkaian Festival Museum Yogyakarta 2021 yang diselenggarakan dalam rangka merayakan ulang tahun ke-50 atau ulang tahun emas Barahmus DIY itu, menurut GKR Bendara sebagai Ketua Umum Panitia, adalah webinar, pameran, penerbitan buku yang akan berlangsung sampai 12 Oktober 2021 yang bertepatan dengan Hari Museum Indonesia. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here