Home Ekonomi Ternak Ayam Pheasant Bisnis yang Menjanjikan

Ternak Ayam Pheasant Bisnis yang Menjanjikan

274
0
Peternak ayam pheasant atau ayam pegar, Fajar Rokhmad, warga Dusun Candikarang, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, DIY. Menggeluti bisnis dan ternak pheasant sejak tahun 2010. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Bagi penggemar atau penghobi pelihara hewan, khususnya hewan jenis unggas. Selain burung berkicau, merpati, ayam kate, ayam pelung dan ayam berkisar. Untuk ayam pelung dan ayam berkisar lebih mengutamakan keindahan suaranya. Kini ada satu lagi hobi yang menjadikan tren yaitu, pelihara ayam pheasant.

Fajar Rokhmad peternak ayam hias pheasant di depan sangkar pheasant yang juga sebagai tempat display pheasant hasil pengembangan yang telah siap untuk dijual. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Ayam pheasant bisa disebut juga dengan ayam pegar, jenis ayam ini cukup diminati keberadaannya karena postur fisiknya menyerupai burung. Dan yang membuat ayam pheasant ini dilirik yaitu warna dari bulunya yang cukup indah dan menawan. Hobi pelihara ayam pheasant sangat menyenangkan, bahkan jika dikembangkan untuk diternakan menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Sepasang pheasant jenis Palawan Peacok (Polyplectron Napoleonis) harga termahal karena keindahan dan kelangkaannya. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Seperti halnya yang dilakukan oleh pria paruh baya bernama Fajar Rokhmad, warga Dusun Candikarang, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, DIY. Fajar sapaan akrab Fajar Rokhmad saat ditemui Bernasnews.com, Minggu (20/9/2020), mengatakan, bahwa menekuni ternak ayam pheasant sejak tahun 2010, belajar secara otodidak dengan mencari refrensi cara ternak pheasant dari internet. Banyak pengalaman dari belajar sendiri, termasuk pengalaman 15 ekor pheasant yang dimilikinya terbang karena sangkar lupa dikiunci.

“Saya mengembangkan ayam pheasant sudah sepuluh tahun atau sejak tahun 2010, namun sebelum itu telah 12 tahun mendalami ternak ayam hias jenis kate, ayam pelung dan ayam berkisar juga ayam kalkun. Kemudian ketika mulai bosan kerja lapangan, saya putuskan untuk mencari usaha lain dan akhirnya jatuh pada ternak ayam pheasant ini,” ungkap Fajar.

Ayam pheasant jenis Golden Pheasant diantara puluhan jenis pheasant yang dikembangkan oleh Fajar Rokhmad. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Dalam mengawali ternak, Fajar memperoleh indukan pheasant impor dari luar negeri diantaranya dari China, Nepal, Thailand, Taiwan, dan sebagainya. “Setiap Negara memiliki jenis pheasant, Indonesia sendiri ada 6 jenis yang berada di hutan Sumetera dan Kalimantan. Semua indukan atau bibit dari impor itu dibudidayakan dari anak menjadi induk begitu seterusnya hingga kini,” jelas Fajar.

Lady Amherst’ Pheasant salah satu koleksi Fajar Rokhmad. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Tidak disarankan untuk ayam pheasant dilakukan perkawinan silang karena akan merusak genos dan keaslian jenisnya. Ukuran badan pheasant jantan lebih besar daripada betinanya. Selain indah dari warna bulunya pada sayap dan leher, juga tingkahnya seperti menari-nari di kala musim kawin. Untuk makanan seperti jenis unggas pada umumnya, berupa biji-bijian, serangga dan makanan konsentrat tertentu.

Jenis Reeves Pheasant. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Pemberian nutrisi makanan sangat berpengaruh pada warna bulu pheasant, namun bagi saya lebih sulit pelihara jenis burung kincauan daripada pelihara ayam pegar atau pheasant. Usia dari bibit sampai bertelor tergantung dari masing-masing jenis pheasant, rata-rata berkisar 12-18 bulan. Harga tergantung jenisnya dan kelangkaannya, serta tingkat kesulitan dalam mengembangkan,” imbuhnya.

Fajar Rokmad di antara sangkar ayam pheasant mirip kebun binatang mini di sela-sela bagian rumahnya, di Dusun Dusun Candikarang, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, DIY, Minggu (20/9/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Dibilangan Jalan Kaliurang Km 12,5 Kabupaten Sleman bagian tengah, Fajar Rokhmad ternak puluhan jenis ayam pheasant, dengan lahan kurungan bentuk aviary lebih kurang total 600 meter persegi di antara sela-sela rumah kediamannya. Sementara untuk harga bibit pheasant sepasang, Fajar memathok yang termurah Rp 6.000.000 dan termahal berkisar Rp 35.000.000. Anda tertarik? (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here