Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeTerbit, Buku Keistimewaan Dalem Mangkubumen

Terbit, Buku Keistimewaan Dalem Mangkubumen

bernasnews.com — Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (SainTek) Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P. memberikan apresiasi yang tinggi atas terbitnya buku Keistimewaan Dalem Mangkubumen karya sembilan orang dosen arsitektur fakultas ini.

“Semoga karya buku ini menjadi pemantik bagi Pengelola Cagar Budaya dalam melestarikan bangunan Dalem Mangkubumen. Akankah dikembalikan sebagai rumah bagi Putra Mahkota, atau ditata kembali sebagai bangunan yang hijau dan plataran yang asri. Tentu dengan tetap memerhatikan konstruksi yang kuat dan kemegahannya yang dikagumi banyak wisatawan. Semoga tulisan-tulisan dalam buku ini juga dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat tentang sentuhan arsitektural Dalem Mangkubumen,” kata dia kepada bernasnews.com di Yogyakarta, Jumat (5/8/2022).

Para dosen penulis buku terbitan Mitra Mekar Berkarya ber-ISBN 978-623-5531-19-9 ini adalah Dr. Satrio Hasto Wibowo, S.T., M.Sc., Ir. Prawatya Widyanto, Ir. YE. Suharno, M.T., IAI., Nurina Vidya Ayuningtyas, S.T., M.Sc., Desy Ayu Krisna Murti, S.T., M.Sc., Padmana Grady Prabasmara, S.T. M.Sc., IAI., Istiana Adianti, S.T., M.Sc., IAI., Bayu Dwi Wismantoro, S.T., M.Eng., Ir. Tri Yuniastuti, M.T.

Penggemblengan putra mahkota

Menurut Prof Ambar Rukmini, Dalem Mangkubumen merupakan bangunan yang dipersiapkan sebagai tempat penggemblengan putra mahkota yang akan naik tahta sebagai Raja Keraton Yogyakarta. Bangunan tersebut dibuat pada masa Sultan Hamengku Buwono (HB) VI, untuk putra mahkotanya, yaitu Pangeran Adipati Anom, yang akan dinobatkan sebagai HB VII.

Oleh karena penghuninya bernama Pangeran Adipati Anom, maka bangunan tersebut dikenal sebagai Dalem Kadipaten. Setelah HB VII bertahta, maka Dalem Kadipaten ditempati oleh adiknya yang bernama Gusti Pangeran Haryo (GPH) Mangkubumi, sehingga dalem tersebut hingga kini lebih dikenal sebagai Dalem Mangkubumen.

Setelah GPH Mangkubumi wafat, maka Dalem Mangkubumen ditempati oleh adik kandungnya yang bernama GPH Buminoto, hingga tahun 1928. Selanjutnya difungsikan sebagai tempat tinggal kerabat Sultan HB VII dan Sultan HB VIII.

“Pada masa Agresi Militer II, atas izin Sultan HB IX, Dalem Mangkubumen pernah ditempati oleh keluarga Jenderal Soedirman. Pada tahun 1949 hingga 1982, Dalem Mangkubumen digunakan sebagai tempat perkuliahan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Selanjutnya, tahun 1982 hingga sekarang, digunakan oleh Universitas Widya Mataram,” kata dia.

Dalem Mangkubumen terdiri dari beberapa bangunan, antara lain Pendapa Banjar Andap, Pendapa Agung, Bangsal Prabayeksa, Taman Sriwedari, dan lain sebagainya yang mempunyai kemiripan dengan bangunan-bangunan di Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu, Dalem Mangkubumen merupakan bangunan istimewa yang perlu diketahui oleh khalayak. Perjalanan sejarah yang menyebabkan beralih fungsinya bangunan tersebut dari dalem kapangeranan menjadi tempat perkuliahan, tentu mengakibatkan perubahan di beberapa sisi.

“Hal inilah yang mendorong para Dosen Program Studi Arsitektur Universitas Widya Mataram menuliskan pandanganya tentang Dalem Mangkubumen dan menyatukannya menjadi sebuah buku berjudul Keistimewaan Dalem Mangkubumen ini,” kata Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P. (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments