Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeNewsTekan Angka Stunting dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi

Tekan Angka Stunting dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi

bernasnews.com – Dalam rangka memperingati pekan ASI Sedunia, Pemkab Sleman menggelar kegiatan bertajuk Srawung Lan Sinau Asi. Kegiatan ini mengusung tema Step Up for Breastfeeding Educate and Support, yang digagas oleh Forum alumni HMI-Wati (Forhati) Majlis wilayah DIY dan Sanggar ASI Jogja, Rabu (3/8/2022).

Bupati Sleman, Kustini mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting khususnya bagi kaum perempuan. Sehingga para perempuan mengetahui pentingnya ASI untuk perkembangan bayi. Oleh karena itu, perempuan khususnya ibu menyusui harus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Proses menyusui yang memakan waktu hingga dua tahun membutuhkan komitmen kuat baik dari ibu, keluarga, ruang lingkup kerja, pemerintah dan warga masyarakat,’’ ucap Kustini.

Sebagai wujud dukungan pemerintah, Pemkab Sleman telah mengatur kebijakan tentang Dukungan ASI Eksklusif yang tertuang dalam Surat Edaran nomor 444/6804 tahun 2015.

“Bukti konkret dari dukungan Pemkab Sleman dapat dilihat dari tersedianya ruang laktasi di 17 kapanewon, 25 Puskesmas, Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan publik di Kabupaten Sleman,” lanjut Kustini.

Kemudian Koordinator Presidium Forhati MW DIY, Idha Siti Nurhayati berharap dengan adanya kegiatan seperti ini dapat memberikan sumbangsih terkait pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya ASI bagi anak. Selain itu, dengan kesadaran ibu memberikan ASI ekslusif pada anak dapat menekankan angka stunting yang kini tengah menjadi perhatian pemerintah.

“Sehingga nantinya anak-anak kita nantinya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, bisa menjadi generasi penopang bangsa dan negara,” jelas Idha.

Sebagai informasi, berdasarkan data surveilans gizi di Kabupaten Sleman tercatat bahwa selama tiga tahun terakhir prevalensi bayi mendapat ASI Eksklusif 6 bulan terus mengalami peningkatan.

Di tahun 2019 tercatat cakupan ASI Eksklusif di angka 69,97 persen, kemudian meningkat sebesar 4,8 persen di tahun 2020 dan terus meningkat menjadi 79,86 persen di tahun 2021.

Peningkatan juga tercatat pada cakupan bayi yang mendapatkan fasilitasi IMD pada saat persalinan mengalami peningkatan dari 94,5 persen di tahun 2019 menjadi 96,36 persen di tahun 2021. (Eva)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments