Home News Tebing Breksi, Gembiraloka dan Hutan Pinus Mulai Dibuka untuk Wisatawan

Tebing Breksi, Gembiraloka dan Hutan Pinus Mulai Dibuka untuk Wisatawan

85
0
Seorang warga mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Grand Puri Water Park Bantul, Selasa (14/9/2021). Foto: Humas Pemda DIY

BERNASNEWS.COM – Seiring dengan status DIY yang turun ke level 3 PPKM, Dinas Pariwisata DIY mulai membuka sejumlah obyek wisata. Sebagai langkah awal, 3 obyek wisata diujicoba dibuka bagi wisatawan.

Ketiga obyek wisata tersebut adalah Tebing Breksi di Kabupaten Sleman, Kebun Binatang Gembiraloka atau GL Zoo di Kota Yogykarta dan Hutan Pinus di Kabupaten Bantul. Ketiga obyek wisata tersebut sudah mengantongi Sertifikat Clean, Health, Safety dan Environment (CHSE) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan dari Kemenparekraf RI. Ketiga hal itu menjadi syarat mutlak bgi destinasi wisata untuk bisa dibuka, selain syarat yang lain.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo berharap ketiga tempat wisata tersebut benr-benar berkomitmen menegakkan aturan. Menurut rencan ada penambahan obyek wisata diujicoba untuk dibuka di DIY. “Sebenarnya tidak hanya 3 obyek wisata yang sudah mendapatkan CHSE, sudah ada beberapa lagi dan saat ini ada beberap yang sudah dalam proses mendapatkan CHSE tahun 2021,” kata Singgih dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY, Selasa 14 September 2021

Karena hanya boleh menampung 25 persen kapasitas obyek wisata, maka dalam uji coba tersebut pengunjung/wisatawan wajib melakukan reservasi bisa dilakukan melalui program visiting jogja. Sementara untuk keperluan tracing, diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. “Hal ini bersifat wajib dilakukan, apabila tidak, maka sudah pasti pengunjung tidak akan bisa mengakses tempat wisata tersebut,” kata Singgih.

Sementara Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo mengapresi Pemda DIY gencar melakukan vaksinasi termasuk kepada pelaku wisata. Menurut Joko Purnomo, Dinkes DIY telah sangat epik dalam memberikan trobosan vaksinasi bertajuk vaksin wisata. Hal ini sangat membantu Pemkb Bantul dalam memfasilitasi vaksinasi bagi pelaku parekraf di Bantul.

“Pemerintah Kabupaten Bantul sangat mengapresiasi dan matur nuwun sanget bahwa Bantul mendapatkan perhatian penuh dari Gubernur DIY melalui Dinas Pariwisata. Pelaku wisata dan keluarganya serta masyarakat sekitar sebanyak 1.200 orang mengikuti vaksin pada pagi hari ini,” kata mantan Ketua DPRD Bantul ini.

Joko berharap setelah vaksinasi pada pelaku Parkeraf, tidak hanya menambah imun, tetapi juga semangat apabila sudah dibuka wisata untuk umum. Saat ini capaian vaksinasi Bantul sudah 53,7 persen. Pelaksanaan vaksinasi ke-34 ini diharapkan mampu menyumbang penambahan persentase angka vaksinasi hingga bisa mencapai kekebalan komunal.

“Kita terus bergerak untuk vaksinasi menuju herd immunity sebesar 75 persen hingga 80 persen dari total jumlah penduduk yang divaksin. Kita berharap agar pandemi ini segera bergeser menjadi endemi,” kata Joko.

Pada Selasa, 14 September 2021, sebanyak 1.200 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) beserta keluarga dan warga sekitar mengikuti vaksinasi pariwisata series di Grand Puri Water Park Bantul. Vaksinasi dilakukan Dinpar DIY menggunakan Danais dari Paniradya Kaistimewaan DIY.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, guna mencapai percepatan vaksinasi hingga minimal 70 persen, pihaknya memperluas sasaran vaksinasi. Semula hanya berkonsentrasi pada pelaku pariwisata, kini diperluas kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Sebab kemungkinan penularan sangat tinggi bila pelaku wisata pulang ke rumah dan bertemu keluarga maupun lingkungan. Hal ini menjadi pertimbangan perluasan target sasaran guna meningkatkan kekebalan komunal.

Pada vaksin wisata ke-34 ini, DIY telah berhasil melakukan vaksinasi 92 persen dari pelaku Parekraf. Jumlah ini diharapkan mampu menyumbang percepatan pencapaian kekebalan komunal di DIY, dimana saat ini DIY total telah mencapai hampir 70 persen vaksin dosis pertama. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here