Tania Azhari Meliyani Mahasiswa UNY, Mengajar di Tengah Bencana

    369
    0
    Tania Azhari Meliyani mahasiswa Universitas Negri Yogyakarta (UNY) peserta Program Kampus Mengajar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Foto: Kiriman Humas UNY)

    BERNASNEWS.COM — Terpilih sebagai mahasiswa yang mengikuti Program Kampus Mengajar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentu sangat menggembirakan, karena mahasiswa mendapat kesempatan belajar dan mengembangkan diri di luar kelas kuliah.

    Tania Azhari Meliyani adalah salah satu mahasiswa Universitas Negri Yogyakarta (UNY) yang berkesempatan mengikuti program tersebut. Warga Desa Tente, Kecamatan Woha Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat tersebut mengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di SDN 4 Tente yang tidak jauh dari rumahnya. Alih-alih mendapatkan pengalaman mengajar, mahasiswa program studi Sastra Inggris UNY angkatan 2018 tersebut mengalami kejadian yang diluar dugaan.

    Musibah banjir bandang yang melanda Kecamatan Monta dan Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, NTB. (Foto: Kirman Humas UNY)

    Tania mengisahkan, pada Jumat awal April 2021 terjadi musibah banjir bandang yang menimpa beberapa daerah di Kabupaten Bima seperti Kecamatan Monta dan Kecamatan Woha. “Banjir bandang tersebut memberikan dampak yang cukup besar terhadap perekonomian masyarakat khususnya para petani dimana sawah, ladang, serta tambak menjadi rusak,” ungkap Tania, melalui keterangan tertulis, Selasa (19/4/2021).

     Tidak hanya itu, tambah Tania, banjir bandang ini memberikan dampak juga dalam dunia pendidikan. Beberapa sekolah tembok dan pagarnya rusak. Di desa Tente Kecamatan Woha juga terkena dampak banjir bandang, sehingga sekolah tempatnya mengabdi terpaksa diliburkan.

    Suasana kelas yang diajar oleh Tania Azhari Meilyani. (Foto: Kiriman Humas UNY)

    “Salah satu hal yang sangat memotivasi saya untuk tetap mengajar adalah siswa-siswi yang tidak terkena dampak banjir tetap semangat meminta saya untuk tetap mengajar,” katanya. Pada akhir sesi mengajar, ia mengajak siswa berdoa bersama supaya masyarakat dan siswa-siswi lain yang terdampak banjir bandang bisa tabah dan sabar terhadap musibah tersebut.

    Suasana saat para siswa berbagi takjil di sebuah ruas jalan. (Foto: Kiriman Humas UNY)

    Selang beberapa hari daerah Kabupaten Bima berusaha pulih dari musibah tersebut, Tania mengajak para siswa untuk berbagi takjil gratis ke semua orang yang lewat. Walaupun tidak banyak, mereka sangat senang sekali berbagi pada saat situasi susah seperti ini.

    Tania sendiri mengaku rumahnya juga terkena dampak banjir bandang namun tidak separah di tempat yang lain. “Beruntung sekolah tempat mengajar tidak terkena banjir karena berada di ketinggian. Juga bahwa selama satu bulan sebelum banjir saya lebih banyak mengajar secara offline dan hanya beberapa kali mengajar online,” pungkasnya. (ted) 

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here