Home News Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi Negara Berkembang Mulai Terlihat

Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi Negara Berkembang Mulai Terlihat

51
0
Presiden Jokowi saat memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Rusia secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis 28 Oktober 2021. Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa tanda-tanda pemulihan ekonomi negara-negara berkembang di Asia dan Asia Tenggara mulai terlihat. Bahkan ADB (Asian Development Bank) memperkirakan perekonomian negara berkembang di Asia tumbuh 7,1 persen dan Asia Tenggara 3,1 persen pada 2021. Dan BIMP-EAGA perlu memastikan proyeksi pertumbuhan dari ADB tersebut akan tercapai.

Menurut Presiden Jokowi yang dikutip Bernasnews.com dari akun twitter @jokowi, kKerja sama antara Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang saat ini diketuai Indonesia menjadi kunci pemulihan ekonomi kawasan ini.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Rusia secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis 28 Oktober 2021, Presiden menyebutkan bahwa kemitraan ASEAN-Rusia yang telah terjalin lama ini menjadi penyangga stabilitas keamanan dan perdamaian.

Presiden pun mendorong kemitraan ASEAN-Rusia untuk mencegah terjadinya dinamika di kawasan Indo-Pasifik yang mengarah pada perebutan pengaruh dan rivalitas yang semakin tajam. Presiden meyakini, ASEAN dan Rusia memiliki kesamaan kepentingan dan aspirasi dalam melihat kawasan yang aman dan makmur.

“Ini harus kita cegah dan hindari, tidak ada di antara kita yang ingin melihat situasi ini terus berkepanjangan. Saya percaya, kemitraan strategis ASEAN-Rusia dapat mencegah tren ini,” kata Presiden dikutip Bernasnews.com di laman presidenri.go.id.

Dikatakan, kemitraan ASEAN-Rusia yang telah terjalin lama ini menjadi penyangga stabilitas keamanan dan perdamaian. Namun, rivalitas di kawasan tersebut justru semakin menajam. “Yang lebih mengkhawatirkan bahkan mengarah pada arms race dan power projection. Jika tren ini dibiarkan, maka peluang terjadinya proxy sangat besar,” ucap Kepala Negara.

Karena itu, menurut Presiden Jokowi, komitmen dan dukungan Rusia terhadap sentralitas ASEAN dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific sangat tepat waktu. Presiden pun mengajak ASEAN-Rusia untuk mengimplementasikan kerja sama praktis dan konkret dalam sektor ekonomi, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), maritim dan konektivitas. “ASEAN-Rusia harus terus menjadi positive force dan penyangga stabilitas, dan perdamaian di kawasan,” kata Presiden.

Kerja sama konkret yang dijalankan itu akan menumbuhkan kebiasaan kerja sama dan dapat menghilangkan budaya persaingan. “Kerja sama konkret ini juga akan mempertebal strategic trust, dan menghilangkan trust deficit. Ini akan menjadi kontribusi besar Rusia dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik,” kata Presiden. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here