Home News “Taman Watu” Bukan Sekadar Taman Berbatu di Pantai Nguluran Gunungkidul

“Taman Watu” Bukan Sekadar Taman Berbatu di Pantai Nguluran Gunungkidul

1737
0
Papan nama Taman Watu Coffee dan Resto dari susunan batu juga dijadikan sebagai spot foto bagi pengunjung, Minggu (9/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

BERNASNEWS.COM — Menikmati minum kopi atau disebut juga ngopi telah menjadi tren dan bagian gaya hidup untuk berelaksasi setelah seharian penat dengan pekerjaan. Ngopi bisa dilakukan di angkringan kaki lima hingga di hotel berbintang lima, bahkan di destinasi wisata pun kini juga hadir kedai-kedai kopi atau resto kopi yang tentunya disertai hidangan kuliner.

Salah satu tempat untuk menikmati kopi atau kuliner di Taman Watu Coffee and Resto, Pantai Nguluran, Girikerto, Panggang, Gunungkidul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Bagi wisatawan penggemar ngopi dan sajian kuliner seafood, pingin dengan suasana yang berbeda di atas tebing dengan pemandangan lepas laut Selatan, kini ada tempat baru yang dapat dikunjungi, yaitu, Taman Watu Coffe and Resto, di Pantai Nguluran, Girikerto, Panggang, Gunungkidul, DIY.

Taman Watu, sangat cocok untuk rendezvous dan cocok buat acara keluarga maupun liburan menikmati semilirnya angin dan deburan ombak laut. Buka Pukul, 09:00 sampai last order Pukul, 18:00 WIB, saat ini mengikuti arahan dari Dinas Pariwisata DIY berdasar ketentuan“Masa Pranatan Anyar Plesiran Jogja” (New Normal).

Sekelompok anak muda penghobi foto grafi sedang membuat foto menu dan venue Taman Watu Coffee and Resto, Minggu (9/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

“Sebenarnya Taman Watu ini telah dibuka sejak 10 Desember 2019 namun tidak lama kemudian terjadi pandemi Covid-19 sehingga harus tutup. Buka kembali berdasar kesepakatan dengan desa setempat baru awal bulan Juli 2020 lalu. Sementara waktu buka berdasar ketentuan dari Dinas Pariwisata DIY,” ungkap Dwi Nita selaku Pengelola Taman Watu, kepada Bernasnews.com, Minggu (9/8/2020).

Menurut Nita sapaan akrab Dwi Nita, konsep menu seafood di Taman Watu, selain sajian lobster dan ikan bakar. Juga memperkenalkan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan lokal yang merupakan hasil kekayaan pantai Gunungkidul, seperti ikan Kartomarmo, ikan Pajungpari dan ikan Blabuk. Jenis ikan yang tidak banyak diketahui orang.

Salah satu spot foto yang ada di Taman Watu Coffee and Resto, Pantai Nguluran, Girikerto, Panggang, Gunungkidul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Ikan Kartomarmo bentuknya seperti Bawal, Panjungpari panjang seperti Cucut dan ikan Blabuk itu seperti ikan Patin tetapi besar, enak untuk dibikin sop. Kami juga memberikan alternatif menu pilihan bagi yang tidak suka ikan laut, prinsipnya One Placement for Pleaseur,” ujar Nita.

Tamu pengunjung Taman Watu Coffee and Resto sedang menikmati suasana keindahan laut lepas dan semilirnya angin, Minggu (9/8/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Pembangunan Taman Watu masih berproses, Nita menambahkan, selain Joglo untuk meeting, cottage dan beberapa saung untuk jamuan makan bersama. ”Kedepan masih ada tambahan lagi, tempat mainan anak, area glamcamp, serta keseluruhan venue bisa menjadi studio alam atau semua tempat bisa menjadi spot foto yang menarik. Juga untuk menikmati suasana sunset,” imbuh Nita.

R.B Dwi Wahyu, SPd, MSi Anggota Dewan DPRD DIY (nomor 2 kiri) foto bersama dengan Dwi Nita selaku Pengelola Taman Watu Cofee and Resto (nomor 3 kiri). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Sementara itu, R.B Dwi Wahyu, SPd, MSi Anggota Dewan DPRD DIY usai dari kunjungan ke wilayah Gunungkidul dan menyempatkan mampir di Taman Watu Cofee and Resto, saat diminta tanggapan oleh Bernasnews.com perihal pembangunan beberapa resto di Pantai Nguluran, mengatakan, bahwa hal itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi setempat. “Maka perlu didukung oleh semua pihak, termasuk permasalahan sinyal internet atau telepon. Dalam hal ini Kominfo DIY,” tegas Wakil Ketua Komisi B, DPRD DIY itu.

Menurut agenda pada kisaran September – Oktober 2020 apabila suasana telah memungkinkan dan tidak ada perubahan rencana, Taman Watu menurut rencana juga akan dijadikan tempat perhelatan music, dengan menghadirkan aritis Nufi Wardhana, pelantun lagu-lagu Didi Kempot dalam versi bahasa Indonesia, penampilan seni budaya lokal, serta lomba mancing. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here