Home News Takmir Masjid Al Ma’ruf Perum Jatimas Permai Studi Banding Ke Masjid Jogokaryan

Takmir Masjid Al Ma’ruf Perum Jatimas Permai Studi Banding Ke Masjid Jogokaryan

165
0
Usai mengikuti giat studi banding beberapa ibu-ibu dari rombongan Masjid Al Ma'ruf Perum Jatimas Permai, Jatisawit, Bakecatur, Gamping, Sleman foto bersama di depan Masjid Jogokaryan, Minggu (14/11/2021). Foto: Nuning Harginingsing/ Bernasnews.com.

BERNASNEWS.COM — Dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan tentang tatakelola dan manajemen masjid, segenap Takmir Masjid Al Ma’ruf Perum Jatimas Permai, Jatisawit, Bakecatur, Gamping, Sleman mengadakan kegiatan Studi Banding ke Masjid Jogokaryan, Minggu (14/11/2021).

Kegiatan studi banding diikuti oleh 25 orang yang dipimpin langsung dan sekaligus sebagai ketua rombongan oleh Ahsanto selaku Ketua Takmir Masjid Al Ma’ruf. Diselenggarakan sekalian untuk melaksanakan ibadah sala subuh.

“Masjid Jogokaryan sebagai tempat belajar atau studi banding karena pengelolaan takmirnya yang sudah bisa memakmurkan masjid, serta membatu para jamaahnya agar bisa hidup lebih baik,” ungkap Ahsanto di tengah perjalanan menuju Masjid Jogokaryan.

Ketua Biro Iman dan Muazin Masjid Jogokarya Ustad Syuban Rozali Noor saat memaparkan kajian manajemen kepada jamaah peserta studi banding yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Takmir Masjid Al Ma’ruf Perum Jatimas Permai, Jatisawit, Bakecatur, Gamping, Sleman, Minggu (14/11/2021), di Masjid Jogokaryan, Yogyakarta.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Biro Iman dan Muazin Masjid Jogokarya Ustad Syuban Rozali Noor saat menerima para tamu yang  studi banding menyampaikan beberapa hal tentang manajemen Masjid Jogokaryan. “Untuk memakmurkan masjid yang paling utama adalah menegakkan salat dan menunaikan zakat,” terangnya.

Dikatakan, bahwa aqidah kemasjidan itu adalah masjid itu milik Allah dan takmir adalah pegawai Allah, dan Allah yang akan menggaji kita (takmir). “Dan Allah lah nantinya yang akan mencukupkan anggaran yang dibutuhkan oleh pegawaiNya,” ujar Ustad Syuban.

Selain hal tersebut, lanjut Ustad Syuban, takmir masjid juga harus berperan dalam hal meningkatkan  kesejahteraan jamaah dengan berbagai upaya. Misal, mendata warga kurang mampu yang nanti bisa dibantu untuk  menaikan taraf hidup mereka. Mengadakan pasar rakyat di sekitar masjid, ada sarana kesehatan, yang pada intinya semua kegiatan tentang sandang, pangan dan papan.

Beberapa jamaah dari luar kota yang hadir ikut mendengarkan paparan tata kelola dan manajemen Masjid Jogokaryan Yogyakarta, Minggu (14/11/2021). Foto: Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com.

“Dan masih banyak lagi hal-hal yang dilakukan oleh takmir agar warga muslim khususnya mau sholat di masjid untuk memakmurkan masjid. Karena masjid tidak hanya untuk beribadah tapi juga bisa untuk  sarana sosial dan silahturahmi. Masjid Jogokaryan setiap tahun menerbitkan bulletin, salah satunya berisi tentang laporan kegiatan masjid,” beber Ustad Syuban.

Usai kunjungan studi banding itu, Ahsanto berharap agar kegiatan tersebut hasilnya bisa menjadi inspirasi dan untuk sarana belajar agar segenap pengurus dan takmir Masjid Al Ma’ruf dapat memakmurkan masjid, serta mensejahterakan jamaahnya khususnya. Juga warga yang kurang beruntung di Perum Jatimas Permai, Jatisawit, Bakecatur, Gamping, Sleman dan sekitarnya. (Nuning)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here