Home News Tak Harus ke Rumah Sakit, Kini Tersedia Layanan Rapid Test Drive Thru

Tak Harus ke Rumah Sakit, Kini Tersedia Layanan Rapid Test Drive Thru

2694
0
Warga yang memanfaatkan pelayanan rapid test drive thru di halaman parkir selatan Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta. Foto : kiriman Jeri Irgo

BERNASNEWS.COM – Bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi yang membutuhkan pelayanan rapid test sebagai syarat mendapatkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) untuk berpergian antar kota/daerah, tak perlu antre berlama-lama di rumah sakit.

Sebab saat ini masyarakat, khususnya masyarakat DIY, sudah dapat melakukan swab test dan Rapid Test Drive Thru Covid-19 secara mandiri. Pelayanan swab test dan Rapid Test Drive Thru Covid-19 ini dilakukan di halaman parkir selatan Hotel Grand Inna Malioboro dan di halaman parkir Paradise Resto Jalan Wates Ambarketawang, Gamping, Sleman.

“Pelayanan Rapid Test Drive Thru ini menyasar masyarakat yang hendak bepergian, mahasiswa, pelamar kerja, keperluan pribadi atau bahkan untuk sekadar screening untuk pribadi,” kata Tri Setya Adi, Manager Area Jateng & DIY PT Citra Alinia Medikatama dan Pengembang Awan (Aplikasi Wirausaha Nusantara) dalam jumpa pers secara daring melalui zoom, Senin (15/2/2021).

Menurut Tri Setya Adi, pelayanan rapid tes drive thru yang digelar sejak awal Februari 2021 ini merupakan hasil kerja sama PT Citra Alinia Medikatama yang didukung PT Aplikasi Wirausaha Nusantara (AWAN) dengan RSU Mitra Paramedika. Pelayanan rapid test drive thu ini memanfaatkan teknologi informasi.

Tempa pelayanan rapid test drive thru di halaman parkir selatan Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta. Foto : kiriman Jeri Irgo

Dikatakan, dengan adanya pelayanan rapid test drive thru ini maka masyarakat tidak harus bersusah payah antre ke rumah sakit, namun cukup dilakukan di fasilitas umum. “Dalam waktu 5-10 menit pelayanan selesai,” kata Tri Setya Adi.

Pelayanan rapid test dive thur ini sudah berjalan sejak awal bulan Februari 2021. Setelah hampir 2 minggu berjalan, sudah mulai nampak antusiasme masyarakat menggunakan jasa rapid test drive thru. Hal ini terlihat dari mulai bertambahnya jumlah masyarakat yang melakukan rapid dari hari ke hari. Karena lokasinya langsung di titik keramaian atau akses utama ke kota Jogja. “Kegiatan ini menjadi efektif karena memudahkan masyarakat dalam melakukan rapid test,” kata Tri Seya Adi.

Dikatakan, keunggulan dari pelayanan ini adalah fleksibiltas lokasi, dengan menempatkan lokasi rapid test di titik-tik lokasi strategis yang dengan mudah dapat diakses oleh masyarakat. “Kami juga menyediakan pelayanan on call, pelayanan panggilan ke lokasi user. Dan memberikan kenyamanan pelayanan rapid test kepada masyarakat di tempat umum,” kata dr Ichsan Priyotomo, Direktur Umum RSU Mitra Paramedika.

Menurut dr Ichsan, kegiatan rapid test baik antigen dan antibodi yang dilaksanakan sudah mengikuti prosedur standar dan telah menggunakan rapid test kit yang sudah mengantongi izin edar yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan. Bagi masyarakat yang datang ke lokasi Booth Rapid Test lebih dahulu melengkapi administrasi untuk kemudian tenaga kesehatan melakukan tindakan Rapid test (Antigen atau Antibodi) lalu menunggu hasil rapid dan surat keterangan selama kurang lebih 5 – 10 menit

“Dengan biaya relatif murah yaitu Rp 230 ibu untuk Antigen dan Rp 125 ribu untuk Antibodi, diharapkan kegiatan ini mampu memberikan kontribusi terhadap program pemerintah 3T, terutama tracing dan testing,” kata dr Ichsan.

Pelayanan rapid test drive thru dilakukan karena saat ini masyarakat dituntut untuk terus melakukan perubahan pola hidup dengan tatanan dan adaptasi kebiasaan yang baru agar dapat hidup produktif dan ikut berperan memutus rantai penularan Covid-19

Termasuk saat beraktivitas di berbagai fasilitas umum antara lain pasar dan tempat sejenis; mal atau pertokoan dan sejenisnya; serta hotel, penginapan, asrama dan sejenisnya. Selain itu, di rumah makan, restoran dan sejenisnya; pusat kebugaran; tempat kegiatan olahraga; moda transportasi; stasiun, terminal, pelabuhan, bandar udara; tempat wisata; tempat layanan perawatan kecantikan dan sejenisnya; tempat layanan jasa ekonomi kreatif; kegiatan keagamaan di rumah ibadah; serta penyelenggaraan kegiatan atau pertemuan.

Pentarapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di tempat dan fasilitas umum tersebut mencakup penerapan upaya perlindungan kesehatan individu seperti memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here