Home Technology Tahun 2030 Indonesia Membutuhkan 17 Juta SDM Bidang Ekonomi Digital

Tahun 2030 Indonesia Membutuhkan 17 Juta SDM Bidang Ekonomi Digital

356
0
Salah satu proyek karya inovasi mahasiswa yang tampil pada Pameran Karya Inovatif Mahasiswa Informatika UII di Auditorium KH Abdul Kahar Muzakkir Kampus Terpadu UII, Selasa (17/12/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Berdasarkan pasar tenaga kerja tahun 2018 tercatat 1.52 perusahaan aktif mencari tenaga kerja bidang teknologi informasi (TI) atau hampir 5 kali lipat dibanding tahun 2017 yang hanya 2019 perusahaan. Sementara hingga tahun 2030, Indonesia akan membutuhkan 17 juta sumber daya manusia (SDM) di bidang ekonomi digital.

“Posisi pekerjaan yang paling dibutuhkan adalah backend engineer dan fronted engineer,” kata Dr R Teduh Dirgahayu, Ketua Prodi Informatika FTI UII, di sela-sela Pameran Karya Inovatif Mahasiswa Informatika UII di Auditorium KH Abdul Kahar Muzakkir Kampus Terpadu UII, Selasa (17/12/2019).

Pameran menampilkan 141 proyek/karya inovatif mahasiswa dari 6 mata kuliah yakni pemikiran desain, pengembangan aplikasi berbasis web, sistem jaringan dan komputer, pengembangan aplikasi bergerak, pengembangan aplikasi informatika medis dan gim serius.

Menurut Teduh Dirgahayu, semakin meluasnya penerapan TI telah memunculkan Revolusi Industri 4.0 pada pertengahan awal tahun 2010-an, yang diindikasikan dengan integrasi antara sistem siber dan fisik. Revolusi yang bermula dari penerapan TI pada bidang industri dan manufaktur kini telah merambah ke berbagai disiplin ilmu lain, mulai dari bidang pendidikan, keuangan, transportasi hingga pertanian dan kesehatan. “Semakin banyak aktivitas keseharian yang terbantu TI dengan alasan ketetapan dan kenyamanan,” kata Teduh.

Dr R Teduh Dirgahayu, Ketua Prodi Informatika FTI UII (kanan) saat memberi keterangan kepada wartawan di sela-sela Pameran Karya Inovatif Mahasiswa Informatika UII di Auditorium KH Abdul Kahar Muzakkir Kampus Terpadu UII, Selasa (17/12/2019). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Dikatakan, ke depan berbagai inovasi TI akan semakin masif dan menjadi disrupsi pada berbagai sektor kehidupan, baik di level individu, organisasi maupun masyarakat. Transformasi digital di berbagai level tersebut merupakan hal yang tidak bisa dielakkan lagi karena didorong oleh tren implementasi konsep SMACIT (Social, Mobile, Analytics, Cloud, Internet of Things).

Pada konsep social, menurut Teduh, TI bertindak sebagai penghubung interaks sosial antarpengguna. Dan perangkat mobile memungkinkan TI terlibat dalam berbagai aktivitas pengguna kapan saja dan dimana saja. Ledakan data akibat intensitas penggunaan TI yang semakin tinggi memerlukan beragam teknik analytics (termasuk di dalamnya adalah artificial intelligence dan machine learning) untuk mendapatkan pengetahuan dari data tersebut.

“Dengan konsep cloud, pemrosesan dan penyimpan data dilakukan di internet sehingga tidak lagi dibatasi kemampuan perangkat akses. Internet of things menjadikan semua benda terkoneksi dan dapat diakses melalui internet,” kata Teduh Dirgahayu.

Karena itu, menurut Teduh, Prodi Informatikan FTI UII berkomitmen untuk berkontribusi dalam penyediaan SDM bidang TI melalui penyiapan profesional pemungkin solusi TI (IT solution enabler) yang mumpuni, baik sebagai analis sistem perancang dan pengembang solusi TI pada beragam platform.

Menurut Teguh Dirgahayu, Informatics Expo 2019 merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang pameran atau eksposisi karya-karya inovatif mahasiswa hasil tugas proyek perkuliahan selama semester ganjil Tahun Akademik 2019/2020.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran, khususnya untuk mengembangkan keterampilan komunikasi. Mahasiswa wajib memaparkan hasil proyeknya untuk melatih keterampilan komunikasi verbal, membuat poster untuk keterampilan komunikasi visual dan membuat video untuk komunikasi audio visual,” kata Teguh Dirgantara . (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here