Home News Tagar #YogyaTidakAman jadi Trending, Warganet Ingat Temannya Kehilangan Nyawa karena Klithih

Tagar #YogyaTidakAman jadi Trending, Warganet Ingat Temannya Kehilangan Nyawa karena Klithih

72
0
Tugu Jogja ikonnya pariwisata Kota Yogyakata. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM – Belakangan ini masalah kltithih kembali jadi perbincangan warganet. Bahkan karena aksi klithih kembali marak, pada Selasa 28 Desember 2021 muncul tagar @YogyaTidakAman.

Hingga pukul 21.20 WIB, tagar #YogyaTidakAman ditwit 8.763 netizen pemilik akun twitter. Ramainya masalah klithih diperbincangkan warganet mengingatkan seorang warganet yang kehilangan nyawa karena ulah klithih.

Tiap ribut-ribut perkara klitih, selalu keingat Kubil. Koncoku le diklitih 2018 lalu ng perempatan Mirota pas bagi2 sahur. Nyawanya ngga tertolong. Sejak saat itu tiap perjalanan naik selepas maghrib, selalu merapal doa supaya selamat. Kayak gitu aman?” cuit AnovA di akun twitter @anovaisme mengomentari tagar @YogyaTidakAman.

Menurut Ahmad Khadafi pemilik akun twitter @dafidab, tagar #YogyaTidakAman justru menunjukkan kepedulian warga Jogja supaya tren bosok ini bisa segera dipunahkan. Karena itu, ia pun merasa heran ada yang menilai tagar #YogyaTidakAman sebagai gerakan mencemarkan citra Yogya.

“#YogyaTidakAman justru menunjukkan kepedulian warga Jogja supaya tren bwosok ini bisa segera dipunahkan… hakok malah diarani sebagai gerakan mencemarkan citra Yogya ki kepiye? Iki koyo logika korupsi ojo di-OTT, soale diarani mencemarkan citra pejabat negara. pitikih~ki kepiye? Iki koyo logika korupsi ojo di-OTT, soale diarani mencemarkan citra pejabat negara. pitikih~,” cuit Ahmad Khadafi menanggapi komentar sebagian warganet yang menyebut tagar #YogyaTidakAman sebagai upaya merusak citra Yogya.

Sumbogo, pemilik akun twitter @Sumbogo8, misalnya menyebut bahwa yang bilang #YogyaTidakAman itu hanya orang-orang yang pengen nama Jogja rusak dan mungkin punya kepentingan terselubung. “Saya warga Jogja, hampir tiap hari saya pulang malam, bahkan kadang sampe dini hari, Alhamdulillah aman,” cuit Sumbogo.

Bahkan GKR Hemas mengaku heran kenapa banyak masalah yang terjadi di Jogja cepat jadi viral sehingga cepat diketahui orang luar, sementara kasus yang sama di daerah lain tidak menjadi viral.

Menanggapi komentar Sumbogo, seorang warganet Ayudyw di akun twitter @ulanda28 yang mengaku orang luar Jogja mengaku justru miris melihat komentar Sumbogo. Sebab, banyak korban klithih bahkan bukan hanya sekali dua kali sehingga ia setuju dengan tagar #YogyaTidakAman.

Saya yang orang luar jogja suka ke jogja liat tweetny sampean malah miris mas, kok gak ada kasian kasianya ke Mereka yang pernah kena, bahkan ga sekali duakali loh aku denger masalah klitih ini, aku malah setuju ada hastag gini biar banyak yang gerak,” kata Ayudyw.

Hal ini kembali ditanggapi Sumbogo dengan mengatakan: Jgn khawatir, sikahkan datang ke Jogja, InsyaAllah anda aman. Karna aparat kepolisian juga sudah bekerja keras untuk menyelesaikan masalah ini. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here