Home News Syawalan MTsN 5 Bantul, Momentum Muhasabah

Syawalan MTsN 5 Bantul, Momentum Muhasabah

62
0
Para tamu yang hadir dalam syawalan Syawalan Keluarga MTsN 5 Bantul di Dampulan, Caturharjo, Pandak, Bantul, Senin (10/6/2019). Foto : Drs Sutanto
Para tamu yang hadir dalam syawalan Syawalan Keluarga MTsN 5 Bantul di Dampulan, Caturharjo, Pandak, Bantul, Senin (10/6/2019). Foto : Drs Sutanto

BERNASNEWS.COM – Syawalan merupakan momen yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi selain sekadar sebagai media untuk saling memberikan maaf. Dalam bahasa Jawa, muhasabah disebut dengan mulat sarira yang bermakna menilai kekurangan diri pribadi.

Hal itu disampaikan Drs H Heru Seno dari Potorono, Banguntapan, Bantul dalam acara Syawalan Keluarga Besar “Kampus Hijau Matsamaba” MTsN 5 Bantul di rumah Nursiwi Dasawati SPd di Dampulan, Caturharjo, Pandak, Bantul, Senin (10/6/2019)).

Dalam tausiahnya, Heru Seno menggolongkan manusia menjadi 4 golongan yakni bisa mencari namun tidak bisa merawat, bisa merawat namun tidak bisa mencari, tidak bisa mencari dan tidak bisa merawat, bisa mencari dan juga bisa merawat. Golongan pertama merupakan golongan orang yang mampu membeli/memiliki sesuatu namun dirinya tak memiliki kemampuan untuk merawat sehingga cepat rusak atau tidak awet ada padanya.

Para tamu yang mengikuti syawalan keluarga besar MTsN 5 Bantul, Senin (10/6/2019). Foto : Drs Sutanto

Kemudian, golongan kedua merupakan orang yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk nmerawat sesuatu namun tak memiliki kemampuan untuk membeli/mendapatkannya. Golongan ketiga adalah orang yang paling celaka dan rugi karena tak mampu membeli/ memiliki juga tak mampu merawatnya. Sedangkan golongan keempat merupakan golongan yang terbaik karena punya kemampuan membeli sesuatu, memiliki dan mampu merawatnya.

Mantan Guru SMPN 2 Patuk ini mengajak semua yang hadir untuk menghindarkan diri dari fitnah. Menurut Heru Seno, fitnah ada dua yakni fitnah syubhat dan fitnah syahwat. Orang yang terkena fitnah syuhbat akan membenarkan hal yang keliru, sedangkan orang yang dihinggapi fitnah Syahwat akan memperturutkan hawa nafsunya.

Pada akhir tausiahnya Heru Seno menyampaikan amalan doa yang dibaca selesai Salat Subuh yaitu Allahumma inni as aluka ilman naafia, warizqon thoyyiba, waamalan mutaqobbala yang bermakna : Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima.

Penceramah Drs H Heru Seno dari Potorono, Banguntapan saat memberikan tausiah dalam Syawalan Keluarga MTsN 5 Bantul di Dampulan Caturharjo Pandak, Bantul, , Senin (10/6/2019). Foto : Drs Sutanto

Pada kesempatan itu, Kepala Matsamaba Siti Solichah S.Pd mengucapkan terimakasih kepada seluruh guru/karyawan, komite madrasah, guru ekstra, mantan Kepala Madrasah, Mantan Kepala TU, Mantan Guru/karyawan yang purna tugas, karema telah meluangkan waktu hadir memenuhi undangan. Kegiatan yang diagendakan rutin tersebut memiliki tujuan strategis untuk menjalin silaturahim keluarga besar Matsamaba sekaligus menumbuhkan keakraban.

“Saya ucapkan banyak terima kasih atas segala dukungan bapak ibu sehingga tugas besar madrasah seperti Adiwiyata tingkat Kabupaten Bantul, Visitasi Akreditasi telah terlaksana dengan lancar. Semoga segala perjuangan dan jerih payah mendapat ganti pahala dari Allah SWT,” kata Siti Solichah seperti dikutip Guru Seni Budaya MTsN 5 Bantul Drs Sutanto dalam rilis yang dikirim ke redaksi Bernasnews.com, Senin (10/6/2019).

Acara syawalan yang dipandu Waka Urusan Humas Muntaha SPd diawali dengan Gema Wahyu Ilahi oleh Ulil Amri SAg, sambutan tuan rumah Sudiyo SPd, sedangkan Ikrar Syawalan diwakili oleh guru Seni Budaya Drs Sutanto. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here