Home News Syarat Pendaftaran Cabup dan Cawabup Jalur Independen di Pilkada 2020

Syarat Pendaftaran Cabup dan Cawabup Jalur Independen di Pilkada 2020

1254
0
Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi. (Foto: Ayu)

BERNASNEWS.COM – Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 hampir tiba. Sejumlah masyarakat yang tertarik mencalonkan diri sebagai bupati atau wakil bupati mulai mempersiapkan sejumlah berkas-berkas.

Seperti pilkada sebelumnya, terdapat 2 jalur yang bisa digunakan masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai bupati atau wakil bupati. Adalah jalur independen (perseorangan) dan jalur partai politik.

“Untuk pendaftaran baik itu (via) parpol maupun non parpol itu sama, 16 sampai 18 Juni 2020, hanya 3 hari,” ujar Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, saat ditemui di kantornya, Kamis (23/1/2020).

Bagi masyarakat yang hendak maju dengan jalur independen, maka harus mengumpulkan suara sebanyak 58.096 suara yang tersebar di minimal 9 kecamatan. Ada 3 tahapan sebelum mencalonkan diri sebagai bupati atau wakil bupati, yaitu perhitungan jumlah dukungan, verifikasi administrasi, dan verifikasi faktual.

Bakal calon bupati dan wakil bupati jalur independen akan mengirimkan data jumlah pendukung ke KPU Sleman pada 19 hingga 23 Februari 2020. Para pendukung bakal calon yang bersangkutan diminta untuk mengisi formulir B1KWK-Perseorangan dengan melampirkan fotokopi KTP. Hal ini berbeda dengan pilkada sebelumnya yang hanya menyertakan fotokopi KTP saja.

“Jadi fotokopi KTP itu hanya menjadi lampiran dalam surat dukungan itu (B1KWK-Perseorangan),” kata Trapsi.

Tujuan dari adanya formulir ini adalah agar KPU mengetahui keabsahan suara pendukung. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang kurang perhatian pada dokumen pribadi seperti KTP.

“Ini bagian dari KPU mencoba untuk memverifikasi sejak awal di tahap awal,” jelasnya.

Tak hanya itu, para bakal calon bupati dan wakil bupati juga diharuskan mengisi data pendukung di aplikasi pencalonan (SILON). Aplikasi ini akan mendeteksi adanya kesalahan data pendukung.

“Aplikasi ini bisa mendeteksi kegandaan dukungan. Seumpamanya ada 2 calon, nanti ada warga yang mendukung kedua calon. Nah sejumlah berapa orang. Atau nanti ada NIK yang invalid, nanti semuanya teridentifikasi,” tutur Trapsi.

Sampai hari ini sudah ada 2 bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati. Pasangan pertama atas nama Wajiman dan Sindu Kurniawan kemudian pasangan yang kedua atas nama Haris Nugroho dan Imam Heru Purnomo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here