Home News Sutrisna Wibawa Lunasi Tagihan Pengobatan Penderita Kanker

Sutrisna Wibawa Lunasi Tagihan Pengobatan Penderita Kanker

110
0
Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa (kiri) menyerahkan bantuan biaya pengobatan kanker langka yang diderita Oktaviani, salah satu alumni FE UNY, kepada orangtua Oktaviani di rumahnya, Ngricik, Karangmojo, Gunungkidul, Senin (13/1/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Sudah delapan bulan Oktaviani (23), putri sorang petani asal Ngricik Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, mengidap penyakit langka kanker Liposarkoma (kanker kelenjar getah bening) stadium tiga, namun tak semua biaya pengobatan Oktaviani dapat ditanggung JKN-BPJS.

Karena itu, berbagai upaya penggalangan dana dilakukan Sri Haryani, ibu Oktaviani, untuk mendapatkan Rp 50 juta guna menutup biaya pengobatan. Dan penggalangan dana melalui lama Kitabisa.com ini cukup viral di kalangan civitas UNY dan berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp 47 juta.

Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa (kanan) menengok Oktaviani, salah satu alumni UNY, di rumahnya, Ngricik, Karangmojo, Gunungkidul, Senin (13/1/2020). Foto : Istimewa

Dalam kunjungan kerja ke Ngricik, Wonosari, Gunung Kidul, Senin (13/1/2020) pagi, Prof Sutrisna Wibawa selaku Rektor UNY menggenapi menjadi Rp 50 juta dengan menyerahkan secara langsung sumbangan kepada Oktaviani sebesar Rp 3 juta.

Dengan nominal tersebut, Prof Sutrisna Wibawa bersama segenap civitas UNY secara resmi melunasi tagihan pengobatan kanker Oktaviani. “Dengan ini secara langsung saya menyerahkan donasi untuk menggenapkan sumbangan civitas UNY dan pengguna Kitabisa.com. Sudah terkumpul Rp 50 juta dan tagihan biaya pengobatan kanker Oktaviani sesuai laman tersebut lunas,” ungkap Sutrisna disambut haru Oktaviani beserta keluarga.

Rekroe UNY Sutrisna Wibawa (kiri) menyalami ayah Oktaviani, di kediamannya, Ngricak, Karangmojo, Gunung Kidul, Senin (13/1/2020). Foto : Istimewa

Dukung Semangat Belajar

Melalui bantuan ini, Prof Sutrisna Wibawa ingin mahasiswinya ini dapat terus belajar seperti yang dicita-citakan. Disebut sebagai mahasiswi, karena Oktaviani divonis mengidap kanker sejak bulan April 2019. Sejak saat itu, ia harus seminggu sekali intensif ke RS Sardjito untuk menjalani kemoterapi maupun sempat mencoba pengobatan alternatif.

“Saat itu posisi Oktaviani masih mengerjakan skripsi. Ia mahasiswi Jurusan Akuntansi FE UNY,” ujar Sutrisan seperti dikutip Ilham Dary Athallah S.IP, Tenaga Ahli Pewara di Sekretariat Rektor UNY, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Senin (13/1/2020).

Meski terkena kanker langka, awalnya Oktaviani tak mau memberitahukan kondisinya kepada dosen maupun orang lain. Ia bahkan masih laju (berangkat bolak-balik) dari Wonosari ke Jogja menggunakan sepeda motor seorang diri, untuk berangkat kuliah dan bimbingan skripsi ke UNY.

“Dia awalnya tidak bilang dan berjuang untuk mengerjakan skripsi seperti mahasiswa lain. Padahal bisa saja kalau dia menyampaikan, pasti akan dibantu dan beban studinya diringankan. Oktaviani kukuh ingin berjuang dengan segenap kemampuannya,” kenang Sutrisna.

Baru menjelang sidang skripsi pada Oktober 2019, ada seorang teman dekat Oktaviani yang akhirnya membocorkan kondisinya kepada teman-teman di kampus. Oktaviani mulanya menolak hal tersebut diumumkan, tapi temannya tak kuasa menyembunyikan hal tersebut.

Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa (kiri) bertemu dengan orangtua Oktaviani di rumahnya, Ngricik, Karangmojo, Gunungkidul, Senin (13/1/2020). Foto : Istimewa

“Kata teman itu, sudah saatnya dunia tahu tentang Oktavianni. Dia tidak menambah-nambahi tapi juga tidak menutup-nutupi. Inilah kondisi Oktaviani, tidak meminta keringanan atau bantuan selama studi,” kenang Suwardi, ayah Oktaviani.

Suwardi juga menambahkan bahwa anaknya memang dari dulu selalu semangat belajar. Prestasinya terlihat bahkan sejak menyabet kejuaraan di jenjang SD, SMP dan SMA. Saat kuliah di UNY, Oktaviani tidak membayar sepesen pun karena mendapat beasiswa bidikmisi.

“Alhamdulillah di UNY putri saya mendapat beasiswa, gratis dan dapat uang saku. Karena berprestasi dan berasal dari golongan kurang mampu,” kata Suwardi.

Berharap Sembuh dan Bisa Studi Lanjut

Walaupun sudah menjalani pengobatan intensif, kanker yang diderita Oktaviani menjalar. Hal ini menyebabkan ia lumpuh dan timbul cairan infeksi di jantung serta paru-paru. Saat diwisuda dari UNY pada November 2019, Oktaviani bahkan harus menggunakan kursi roda. Perjuangannya terbayar lunas. Oktaviani lulus dari UNY dengan predikat cumlaude dan IPK 3,54. “Berkat dukungan dan doa dari teman-teman, pastinya,” kata Oktaviani merendah.

Oktaviani saat menggunakan kursi roda saat diwisuda di UNY, November 2019. Foto : Istimewa

Karena studi baru saja selesai, Oktaviani akan fokus dulu untuk penyembuhan. Harapan sembuh ia yakini dapat terwujud dengan ikhtiar, doa dan bantuan dari Prof Sutrisna Wibawa beserta segenap civitas UNY.

Meski demikian, Oktaviani tak ingin berhenti belajar. Ia masih menyimpan cita-cita menjadi pegawai pajak dan akuntan profesional. Oleh karena itu, Oktaviani bertekad studi lanjut ataupun mengambil pendidikan profesi akuntansi.

Guna mendukung cita-cita tersebut, Oktaviani terus menggali informasi dan belajar lewat bahan bacaan. Di waktu senggang dan dalam kondisinya terbujur kaku di atas kasur, Oktaviani tetap menyempatkan diri membaca dan belajar

“Kami hanya orang tua yang bodoh dan tidak bisa apa-apa selain mendoakan semoga apa yang diharapkan, diperjuangkan dan didoakan Oktaviani beserta Pak Sutrisna Wibawa, selalu dilancarkan dan dijabah oleh Gusti Allah,” kata sang ibu sembari berkaca-kaca. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here